Juni 10, 2024
foto - net

foto - net

ALBANJARI.COM, MARTAPURA – Siapa yang tak ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya. Semua umat Islam mendambakannya. Namun ada seorang lelaki yang menurut Rasulullah, dirinya dicintai Allah dan Rasul-Nya. Siapa dia?

Ada sebuah cerita menarik sebelum Perang Khaibar (629 M). Cerita ini terdapat dalam kitab Tarikhul Khulafa, mahakarya dari Al Imam Jalaluddin As Suyuthi.

Imam Jalaluddin As Suyuthi mengutip hadits riwayat Syaikhani (Imam Bukhari dan Imam Muslim). Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda di hari peperangan Khaibar: Nanti aku berikan ar Rayah (bendera perang) besok hari kepada seseorang laki-laki yang Allah bukakan kemenangan atas tangannya, ia cinta Allah dan Rasul-Nya dan Allah dan Rasul-Nya juga cinta kepadanya.”

Mendengar sabda Rasulullah SAW tersebut, para sahabat pun bertanya-tanya siapa orang yang mendapat keberuntungan tersebut.

Benteng Khaibar, foto-net
Benteng Khaibar, foto-net

Pagi harinya, para sahabat berkerumun mendatangi Rasulullah, karena mengharap bendera tersebut diberikan kepada salah satu di antara mereka.

Maka Rasulullah pun bersabda, “Di mana Ali bin Abi Thalib?”

Para sahabat pun menjawab, “Ia sedang mengeluhkan sakit mata wahai Rasulullah.”

“Panggil ia kemari,” kata Rasulullah.

Ali bin Abi Thalib pun menghadap Rasulullah dan menceritakan bahwasanya ia sedang sakit mata.

Rasulullah pun meludahi kedua mata Ali bin Abi Thalib dan mendoakannya. Seketika itu sembuhlah Ali bin Abi Thalib seakan-akan ia tidak pernah sakit mata.

Kemudian, Rasulullah memberikan Ar Rayah kepada Sayyidina Ali. Pada perang itu, kemenangan berpihak kepada kaum muslimin.

Diriwayat yang lain, yang dikeluarkan oleh Imam At Turmudzi dan Imam Hakim di dalam kitab shahihnya. Buraidah berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk mencintai 4 orang, dan aku diperintahkan untuk menghabarkan bahwasanya Allah pun cinta kepada mereka.”

Sahabat pun bertanya, “Ya Rasulullah, sebutkanlah kepada kami (orang tersebut).”

Rasulullah bersabda, “Ali termasuk dari mereka (Rasulullah menyebutkan hingga tiga kali), Abu Dzar, Miqdad, dan Salman.”

Diketahui, Ali bin Abi Thalib merupakan seorang Khalifah terakhir Khulafaur Rasyidin. Ia adalah menantu sekaligus sepupu dari Rasulullah. Ia masuk Islam pertama kali dari golongan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *