Mei 27, 2024
Ket: Para peserta ketika beraksi di MKQ Hari Santri 2022 Kabupaten Banjar. Foto-Albanjari.com/Rohmiah.

Ket: Para peserta ketika beraksi di MKQ Hari Santri 2022 Kabupaten Banjar. Foto-Albanjari.com/Rohmiah.

ALBANJARI.COM, MARTAPURA – Setiap 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Berbagai kegiatan digelar di seluruh penjuru tanah air, sebagai moment untuk mengkader para santri.

Pengajar Pondok Pesantren Darul Ilmi, Ustadz Wardi, mengungkapkan Hari santri Nasional menjadi momentum yang bagus untuk pengkaderan, dalam hal ini kaligrafi.

“Untuk lomba Hari Santri Nasional ini pertama kali diikuti oleh Pondok Pesantren Darul ilmi, karena memang sudah menjadi program pondok, sehingga diizinkan oleh pengasuh,” kata Ustadz Wardi datang mendampingi peserta dari Pondok Pesantren Darul Ilmi Putri untuk cabang Musabaqah Khattil Quran (MKQ).

Santri dan santriwatinya, sambungnya, juga merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti lomba Khattil Qur’an ini.

Ustadz Wardi menuturkan, persiapan mengikuti MKQ itu masih belum maksimal.

“Seharusnya para santri yang ikut lomba ini sudah mnyelesaikan latihan minimal 3 program latihan, sedangkan ini anggaplah 50 persen baru menyelesaikan program,” tuturnya.

Musabaqah Khattil Quran

 

Di Darul Ilmi, kata dia, ada sanggar kaligrafi namanya Al Ashriyah, yang menjadi tempat santri dan santriwati melakukan program latihan.

“Selain ustadz pembimbing, ada beberapa alumnus Darul Ilmi yang disertakan sebagai pembimbing pembantu di sanggar Al Ashriyah,” katanya.

Para alumnus itu merupakan para juara di level provinsi yang mengikuti lomba setelah mereka menyelesaikan studi di Darul Ilmi.

“Jadi rata-rata kalau sudah statusnya alumni, mereka sudah banyak yang jadi juara. Karena terbentur peraturan di pondok, sehingga belum sempat mnjadi juara ketika masih belajar di Darul Ilmi,” ucapnya.

Sebagai contoh ketika Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) di antaranya sudah 3 kali mendapat juara tingkat provinsi dan diikutsertakan pada Pospenas di Palembang, Surabaya dan Gorontalo.

“Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan juara 1, dan yang di Gorontalo mendapat juara 3 tingkat nasional,” ujarnya.

“Alumni kami sudah mendapatkan juara 1 kaligrafi Aksioma tingkat nasional di Palembang mendapat medali emas,” pungkasnya.

Reporter: Rohmiah
Editor: Muhammad Bulkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *