IMG-20260812-WA0179

PKBM LP) Ma’arif NU Kabupaten Banjar gelar MPLS bagi 299 peserta didik baru, Jumat (7/8/2026). (Foto : istimewa)

Albanjari.com, Martapura — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Banjar menggelar Masa Orientasi Warga Belajar atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 299 peserta didik baru, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Guru Tuha, Gedung NU Martapura tersebut diikuti warga belajar Program Kesetaraan Paket A, B, dan C. Sejumlah peserta tampak hadir bersama orang tua atau wali murid masing-masing.

Ketua PKBM Ma’arif NU Kabupaten Banjar, Muhammad Syafi’i Rifqi dalam arahannya menyampaikan laporan perkembangan PKBM Ma’arif NU serta menjelaskan tahun kedua berdirinya PKBM ini yang telah berhasil mendapatkan izin operasional.

Kemudian, ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta didik baru untuk terus mengenyam pendidikan tanpa memandang usia.

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Melalui program Paket A, B, dan C ini, kami berkomitmen mendampingi seluruh warga belajar agar mampu meraih masa depan yang lebih baik dan berdaya saing,” ujarnya

Sementara itu, dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar, Ustadz Nuryadi yang menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagai fondasi utama dalam membangun karakter umat yang berakhlakul karimah serta berkontribusi positif bagi Masyarakat.

“Pèrtama, PC NU Banjar sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh LP Maarif NU Banjar pada gelombang kedua ini, yang mana pesertanya lebih banyak daripada gelombang kedua kurang lebih 300 orang yang terdiri dari paket A, B serta C dan yang terbanyak paket B kurang lebih 200 orang,” ungkapnya

Kedua, ia berharap peserta didik serius dan semangat mengikuti kegiatan belajar paket ini karena kegiatan belajarnya hanya seminggu sekali.

“Jangan bolos karena ini sangat penting bagi bekal kalian ke depannya disamping belajar di pondok atau madrasah,” harapnya

Ia mengatakan yang tidak kalah penting adalah terpenuhinya legalitas siswa sekolah yang apabila lulus nanti akan mendapatkan ijazah yang diakui pemerintah setara oleh sistem Pendidikan nasional.

“Sehingga mereka banyak pilihan hendak kuliah ke UIN, ULM maupun lainnya. Tapi kalau tidak ingin mengikutinya, berarti sebatas pondok, tidak ada pilihan ketika pulang kampung,” katanya.

Ia juga mengatakan dirinya terus memotivasi peserta didik agar bersungguh-sungguh mengikuti pembelajaran. PCNU Kabupaten Banjar, lanjutnya, juga berkomitmen mendukung dan memfasilitasi kebutuhan pendidikan kesetaraan tersebut.

“Keperluan-keperluan itu kami siapkan seperti meja-meja, penghalat-penghalat antar kelas, rehal untuk guru dan penunjang lainnya agar LP Ma’arif NU selalu eksis dan dirasakan manfaatnya,” terangnya.

Ia juga menyebut persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) tertinggi di Kabupaten Banjar padahal sekolah tapi di pondok sehingga tidak diakui.

“Secara tidak langsung kegiatan ini membantu program pemerintah mengurangi kesenjangan yang dianggap tidak sekolah kemudian setelah terdata maka akan diakui,” bebernya

Ustadz Nuryadi juga berpesan agar para pengajar betul-betul profesional dan memahami metode pembelajaran yang baik. Agar warga belajar tidak sekadar mengikuti program pendidikan kesetaraan, tetapi benar-benar memperoleh tambahan pengetahuan yang dapat menunjang pendidikan pelajaran dan tidak hanya ikut-ikutan.

“Jadi, pengajarnya betul-betul kita siapkan sesuai kebutuhan pelajaran yang disampaikan dipaket ini,” katanya.

Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Banjar Muhammad Jauhari juga memaparkan kepada para siswa dan wali yang hadir, dimana kebanyakan mereka adalah siswa sekolah nonformal (ponpes salafiyah atau diniyah takmiliyah).

“Pada dasarnya dalam Islam tidak ada pembedaan antara ilmu agama dan ilmu dunia atau ilmu umum, yang ada adalah ilmu manfaat yang terdiri atas ilmu fardhu ain (seperti tauhid, fiqh, akhlaq) dan fardhu kifayah (seperti ilmu sosial, kedokteran, dll), serta ilmu yang tidak bermanfaat yang dilarang untuk dipelajari,” jelasnya

Ustadz Jauhari mengharapkan dengan memperolah ijazah yang formal santri salafiyah dan madrasah diniyah dapat lebih meluaskan kiprah dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada umat dengan menduduki jabatan-jabatan formal.

“Saya yakin dengan semakin banyak santri yang berkiprah maka keadaan negara dan umat ini akan menjadi lebih baik lagi ke depannya,” imbuhnya

Kemudian Sekretaris LP Ma’arif Hamdiani memaparkan sistem pembelajaran, tata tertib, serta lingkungan belajar di PKBM Ma’arif NU agar para siswa baru dapat beradaptasi dengan cepat dan nyaman.

Melalui kegiatan orientasi ini, PKBM Ma’arif NU Kabupaten Banjar berharap seluruh warga belajar baru memiliki motivasi tinggi untuk menuntaskan pendidikan mereka dan menjadi generasi penerus yang cerdas, mandiri, serta berkarakter Nahdliyin.

Suasana pembukaan terasa semakin religius saat dipimpin doa oleh Ustadz Muhammad Lutfi untuk memohon kelancaran dan keberkahan bagi proses belajar-mengajar di tahun ajaran baru.

Reporter : Ahmad Mursyidi