IMG-20260510-WA0002

Penyerahan SK Kepengurusan dari PC GP Ansor Kabupaten kepada PR GP Ansor Indrasari Sabtu, (9/5/2026) malam

Albanjari.com, Indrasari – Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Indrasari resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan masa khidmat 2026–2028, Sabtu (9/5/2026) malam

Kegiatan yang berlangsung pukul 21.00 WITA tersebut berjalan dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Ketua Ranting GP Ansor Desa Indrasari terpilih, Rahmat Hidayat menyampaikan rasa syukur atas diterimanya SK kepengurusan serta komitmen untuk menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya demi kemajuan kader dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami juga mulai bergerak melakukan pengkaderan dengan target terbentuknya 30 personel Banser di Desa Indrasari ke depannya,” katanya

Sementara itu, Bendahara PAC GP Ansor Kecamatan Martapura, Utuh Syarhani berharap kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan organisasi serta aktif menjalankan program kaderisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan di tingkat desa.

“Saya harap kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan organisasi serta aktif menjalankan program kaderisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan di tingkat desa,” ujarnya

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi yang turut berhadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh kader agar menikmati dan menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Marilah kita menikmati dan menjalankan peran kita di organisasi sesuai amanah yang telah ditetapkan. Fokuslah untuk memaksimalkan masa khidmat, karena momentum ini adalah sebuah anugerah untuk menampilkan apa yang bisa kita berikan bagi organisasi tercinta GP Ansor,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya niat dalam berorganisasi serta mengajak seluruh pengurus ranting untuk terus memperbaharui niat dalam setiap langkah perjuangan di GP Ansor.

“Khidmat bukan sekadar jabatan ataupun nama dalam susunan kepengurusan, tetapi sebuah jalan pengabdian dan perjuangan,” ungkapnya

Dalam arahannya, Edy Rosadi menyampaikan bahwa banyak kader Ansor memulai perjuangan dari hal-hal sederhana, seperti membantu kegiatan, menjaga acara, memasang spanduk, hingga mendampingi masyarakat. Meski terlihat kecil, namun apabila dilakukan dengan niat yang tulus maka akan menjadi amal dan keberkahan dalam hidup.

“Di GP Ansor kita diajarkan untuk ikhlas dalam berjuang. Tidak semua perjuangan mendapatkan pujian, namun kader Ansor harus tetap hadir dan bermanfaat untuk organisasi dan masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada hakikatnya organisasi tidak membutuhkan orang yang memiliki banyak waktu, melainkan mereka yang memiliki kepedulian dan kemauan untuk meluangkan waktu, berkhidmat, serta berjuang bersama demi kemajuan organisasi.

Ketua PC juga mengingatkan kembali hakikat Ansor sebagai penolong dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Ansor itu artinya penolong. Maka, tolonglah negeri ini, bangsamu, tetanggamu, dan saudaramu. Apapun suku, bahasa, dan agamanya selama ia tinggal dalam naungan NKRI, tugas kita adalah memastikan mereka merasa nyaman dan terlindungi bersama Ansor,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Martapura, Ahmad Saugi, bersama jajaran pengurus yang dinilai aktif melaksanakan pembentukan ranting-ranting di wilayah Kecamatan Martapura sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pengembangan organisasi di tingkat desa.

“Saya berharap agar seluruh pimpinan ranting selalu mempelajari Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT), Peraturan Organisasi (PO), serta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis organisasi,” tegasnya

Ia juga meminta pengurus ranting agar aktif berkonsultasi kepada PAC apabila terdapat hal-hal yang belum dipahami dalam menjalankan roda organisasi.

“Saya tegaskan bahwa pengurus ranting harus memahami perbedaan antara program kerja dan program kegiatan agar arah organisasi dapat berjalan lebih terencana, terukur, dan sesuai kebutuhan organisasi maupun masyarakat,” jelasnya

Ia menegaskan bahwa kemuliaan khidmat terletak pada kesediaan kader untuk terus belajar, menjaga loyalitas, menghormati ulama, serta menjaga persaudaraan di dalam organisasi.

“GP Ansor bukan hanya tempat berhimpun, tetapi juga tempat menempa diri menjadi pribadi yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan masyarakat,” imbuhnya

“Yang akan dikenang bukan seberapa lama kita menjabat, tetapi seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan selama masa khidmat kita,” tutupnya.

Pimpinan Ranting GP Ansor sebagai ujung tombak organisasi di tingkat desa memiliki peranan penting dalam menggerakkan kader serta menjaga semangat pengabdian di tengah masyarakat.

“Ranting bukan hanya tempat berkumpulnya pemuda, tetapi juga ruang belajar, berjuang, dan berkhidmat untuk agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya

Ia berharap Dengan terbentuknya kepengurusan baru masa khidmat 2026–2028, GP Ansor Desa Indrasari dapat terus memperkuat loyalitas kader, menjalankan kaderisasi organisasi, serta aktif hadir dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Editor : Ahmad Mursyidi