Oplus_131072

Guru H. Muhammad HR, Tuan Guru Fauzan Saleh, Tuan Guru Wildan dan dokter Diauddin (foto: istimewa)

Albanjari.com, Banjarbaru – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengeluarkan SK Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan tertanggal (1/5/2026) di Sekretariat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Dengan nomor surat: 192/PB.01/A.II.01.44/99/05/2026. Sebanyak 92 orang yang menduduki pengurus PWNU Kalsel masa khidmat 2025-2030. Tuan Guru Muhammad Wildan Salman selaku Rais Syuriah dan Dr. Muhammad Tambrin, M. M.Pd selaku Ketua Tanfidziyah.

SK tersebut diterbitkan bukan untuk kelangsungan Muktamar NU yang dijadwalkan pada bulan Agustus mendatang, sebagaimana isu yang beredar. Melainkan merupakan sebuah kewajiban administratif dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Mengingat, pentingnya penerbitan SK tersebut.

Dengan terbitnya SK tersebut, PWNU Kalsel mulai menunjukkan langkah dan program strategisnya.

PWNU Kalsel periode 2025/2030 ini diduduki oleh berbagai macam kalangan. Mulai dari kalangan ulama, intelektual, akademisi, rektor kampus hingga pengusaha.

Selain itu, H. Muhidin selaku Gubernur Kalimantan Selatan dan H. Hasnuryadi Sulaiman selaku Wakil Gubernur juga menduduki kepengurusan PWNU Kalsel sebagai Mustasyar.

Rais Syuriah PWNU Kalsel, Tuan Guru Muhammad Wildan Salman, mengatakan bahwa di periode beliau akan diselenggarakan kegiatan penguatan pemahaman keaswajaan.

“Di periode ulun ini, nantinya akan kita laksanakan kegiatan penguatan pemahaman Ke-Aswaja-an dan ke-NU-an. Semacam pelatihan ini juga,” ujar beliau saat memberikan taujihat di kegiatan PD PKPNU yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Banjar (9-12/8/2024) bertempat di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin (Banjarbaru).

Selain itu, beliau juga menyampaikan program lainnya yang akan dijalankan PWNU kalsel kedepan. Yaitu penguatan basis NU di akar rumput.

“Kita juga akan mengusahakan agar kurikulum tentang ke-NU-an bisa masuk ke madrasah- madrasah dan pondok-pondok pesantren. Dan akan kita koordinasikan dengan dinas terkait,” tutur beliau.

Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan bahwa ayah beliau Tuan Guru Salman Jalil juga merupakan Rais Syuriah PWNU Kalsel pada masanya.

“Ujar abah ulun bahari, NU itu bukan organisasiku, tapi NU itu adalah aqidahku jar sidin. Dan sidin juga merupakan Rais Syuriah PWNU Kalsel pada masanya,” tutup beliau.

Inilah dewan pimpinan PWNU Kalsel masa khidmat 2025-2030, Rais Syuriah Tuan Guru Muhammad Wildan Salman dan Katib Syuriah Dr. H. Ahmad Fauzan Saleh, M.Ag. Adapun Ketua Tanfidziyah diduduki oleh Dr. Muhammad Tambrin, M. M.Pd, Sekretaris Tanfidziyah Harunur Raysid, S.Pd.I, M.Pd, dan Bendahara Dr. Haris Fadillah, M.H.I.


Penulis: Muhammad Fahrie