IMG-20260907-WA0076

Brosur kegiatan daurahBeit at-Turath al-Islami Kalimantan

Albanjari.com, Martapura — Beit at-Turath al-Islami Kalimantan akan menggelar Daurah Tahqiq Eksklusif Session 01 pada Jumat, (11/9/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Mengkaji dan Mentahqiq Manuskrip sebagai Ingatan Kolektif untuk Menata Peradaban” ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal khazanah manuskrip Islam sekaligus memahami metode tahqiq secara langsung.

Daurah tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA di Markaz Beit at-Turath al-Islami Kalimantan, Kampung Jawa, Martapura. Kegiatan ini akan dibuka oleh KH M. Naufal Rasyad, Katib Syuriah PCNU Kabupaten Banjar dan Wakil Pimpinan PP Darussalam Martapura sekaligus penasihat Beit at-Turath.

Adapun narasumber yang dihadirkan secara daring melalui Zoom ialah KH. Dr. Muhammad Ilyas Marwal, Kepala Program Studi (Kaprodi) Program Turath Fakultas Islam Studi Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, Jawa Barat, dan Dr. Ahmad Ginanjar Sya’ban, pakar manuskrip Islam Nusantara, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU.

Sementara itu, sesi pemateri akan diisi oleh Hasan Rusydi, Lc., M.A. dan Muhammad Nur Ukasyah, Lc., M.A., yang merupakan bagian dari tim Beit at-Turath.

Daurah ini akan membahas manuskrip Islam dan metode tahqiq. Peserta juga akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik tahqiq secara langsung menggunakan naskah asli.

Tahqiq merupakan salah satu cara untuk mengkaji dan menyunting kembali teks dari manuskrip agar dapat dibaca dan dipahami dengan lebih baik. Kegiatan ini penting dalam menjaga warisan keilmuan Islam yang tersimpan dalam berbagai manuskrip.

Selain materi dan praktik, peserta juga mendapatkan makan siang, makan malam, kudapan, seminar kit, serta sertifikat.

Kegiatan ini terbatas untuk 20 peserta putra. Peserta yang lolos seleksi dikenakan biaya Rp100.000. Pendaftaran ditutup pada Rabu, 9 September 2026 pukul 12.00 WITA.

Melalui kegiatan tersebut, Beit at-Turath al-Islami Kalimantan berupaya mengenalkan kajian manuskrip kepada peserta sekaligus mendorong mereka untuk ikut menjaga khazanah intelektual Islam.

Penulis : Ahmad Mursyidi