
Foto bersama tamu undangan dan peserta usai pembukaan (foto: istimewa)
Albanjari.com, Martapura — NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Banjar menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Amil Zakat Kabupaten Banjar, Sabtu, (12/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung NU Banjar Aula Guru Tuha dengan mengangkat tema “Bersama Menguatkan Zakat, Bersama Membangun Umat.”
Ketua Lazisnu Kabupaten Banjar, Rusdiannor mengatakan tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah meningkatkan SDM para Amil di Kabupaten Banjar.
“Amil zakat itu adalah panitia menurut warga sekarang ini, padahal antara amil zakat dengan panitia itu beda, maka lewat pelatihan ini akan diluruskan istilah itu,” katanya
Ia berharap ke depannya desa-desa dan kecamatan-kecamatan tidak ada lagi yang namanya panitia tapi amil zakat yang melaksanakannya.
“Hari ini kita bekali para amil ini dengan pemahaman dan pengetahuan tentang fiqih zakat, manajemen amil, cara pengumpulan dan pendistribusian zakat,” jelasnya
Rusdi mengatakan pelatihan ini keseluruhannya berjumlah 50 peserta yang terdiri dari lembaga NU, banom NU dan dari desa-desa ia meminta agar APDESI mengirimkan perwakilannya yang biasa menjadi petugas amil zakat.
Sementara itu, Ketua Tanfidziah, Nuryadi mengatakan bahwa Lazisnu ini merupakan perangkat organisasi NU yang sangat strategis untuk menentukan perkembangan NU ke depan karena menghimpun dana zakat, infak dan sedekah.
“Ketika dana masuk lazisnu berbuat banyak bagi kalangan dhuafa, selama ini lazisnu belum maksimal, dengan adanya pelatihan SDM bagi amil zakat ini aku sangat mendorong supaya ke depannya bisa jalan bukannya hanya sekedar pelatihan saja,” harapnya
Ia mengapresiasi pelatihan SDM ini dari segi ilmu fiqih dan regulasinya tapi katanya karena ini berkaitan dengan dana atau duit maka kepercayaan masyarakat itu yang paling penting.
“Bagaimanapun SDM nya sangat bagus kalau kepercayaan belum kuat, tumbuh dan berkembang maka sulit masyarakat mengamanahkan zis,” tekannya
Ia berharap, setelah pelatihan ini ada tindak lanjut dan gerakan nyata. Menurutnya, ke depan setiap kegiatan penggalangan dana di lingkungan NU, baik untuk membantu korban kebakaran, banjir, maupun bencana lainnya, idealnya berada di bawah koordinasi LAZISNU.
“Dengan begitu, kita bisa memantau dan memastikan dana yang terkumpul itu terealisasi dengan baik, termasuk ke mana arahnya dan bagaimana penyaluran serta distribusinya,” ujarnya.
Reporter : Ahmad Mursyidi Editor: Muhammad Fahrie






