
Stand Pondok Pesantren Assirathol Mustaqim, Cintapuri tampil dengan konsep bernuansa Palestina di HSN 2026 Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura, Kamis (22/10/2026 (Foto : Fitria Anisa)
Albanjari.com, Martapura – Di antara berbagai stand pondok pesantren dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura, Kamis (22/10/2026), Stand Pondok Pesantren Assirathol Mustaqim, Cintapuri, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tampil dengan konsep bernuansa Palestina.
Konsep tersebut diangkat dari kepedulian kemanusiaan Prof. Habib Abdurrahman Baharun terhadap kondisi rakyat Palestina. Menurut penuturan Ustadzah Anisa, salah seorang pengajar di pondok pesantren tersebut, Habib mewajibkan pemboikotan terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel dan melarang produk tersebut masuk ke lingkungan pondok pesantren.
Pesan tersebut menginspirasi Ustadzah Anisa untuk menghadirkan semangat perjuangan Palestina melalui stand pesantren dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026.
“Kita di sini mengingat Resolusi Jihad, bagian dari perjuangan ulama untuk kemerdekaan. Sedangkan saudara kita di Palestina masih berusaha memperjuangkan kemerdekaan,” tuturnya.

Nuansa Palestina terlihat dari berbagai ornamen dan aktivitas yang disajikan. Di bagian tengah stand, terdapat miniatur Masjid Al-Aqsa yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung.
Bendera Palestina dan semangka, yang kerap digunakan sebagai simbol solidaritas terhadap Palestina, juga turut dihadirkan.

Tidak hanya menampilkan simbol solidaritas, stand tersebut menyediakan sejumlah permainan edukatif bagi anak-anak. Di antaranya puzzle bergambar yang berkaitan dengan Palestina, permainan memecahkan huruf hijaiyah, serta mencocokkan kalimat isim isyarah dalam bahasa Arab.
Aktivitas tersebut selaras dengan pembelajaran yang tersedia di Pondok Pesantren Assirathol Mustaqim, yang mengajarkan bahasa Arab serta menyediakan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) khusus anak-anak.

Di salah satu sudut stand, pengunjung juga dapat melihat berbagai cendera mata khas pondok, seperti payung, gelas, kipas tangan, dan goodie bag.

Para tamu turut disambut dengan aneka suguhan dan bingkisan, termasuk permen, semangka, serta bendera Palestina.
Kehadiran stand ini tidak sekadar menjadi bagian dari pameran pondok pesantren dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026. Lebih dari itu, konsep yang diusung menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan santri tidak hanya berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama manusia.
Dari Stand Pondok Pesantren Assirathol Mustaqim, pengunjung dapat belajar bahwa rasa kemanusiaan itu adalah hal yang sangat dibutuhkan seorang santri untuk menjadi manusia seutuhnya. Bagaimana seorang Ustadzah terinspirasi dan berani menyuarakan hal yang begitu sensitif dibahas akhir-akhir ini.
Jurnalis : Fitri Annisa
Editor : Ahmad Mursyidi






