
Peringatan HSN tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 resmi dibuka dengan pemotongan bunga, di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (22/10/2026). (Foto : Istimewa)
Albanjari.com, Martapura — Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banjar, H. Said Idrus Al-Habsyi, di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” ini diikuti 54 pondok pesantren dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan sebagai upaya mempererat silaturahmi, mengembangkan potensi santri, serta memperkuat peran pesantren dalam menjaga persatuan bangsa.

Ketua Pelaksana Hari Santri Nasional 2026, Reni Deniati, S.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini menghadirkan sembilan cabang lomba, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Qiraatul Kutub, Musabaqah Khattil Qur’an, Festival Habsyi, menulis esai, kirab santri, stand pondok pesantren, muhadarah, dan video profil pondok pesantren.
Selain perlombaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Bahtsul Masail, pemeriksaan kesehatan gratis, dan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta prestasi mereka di bidang keagamaan dan pendidikan pesantren.
Rangkaian pembukaan diawali dengan penampilan paduan suara yang membawakan lagu Indonesia Raya, Hubbul Wathan, dan Hari Santri.
Selanjutnya, Ahmad Al-Madani, juara I Musabaqah Tilawatil Qur’an tahun 2025, melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Ketua I Tanfidziyah PCNU Kabupaten Banjar, Ahmad Jauhari.

Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk memperkuat tradisi, meningkatkan kualitas pendidikan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat pengabdian.
“Marilah kita jadikan peringatan Hari Santri pada hari ini bukan sebagai seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat tradisi, meningkatkan kualitas pendidikan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat pengabdian,” ujarnya
Menurutnya, Santri harus menjadi perekat persatuan, penjaga keutuhan negeri, dan pelopor kemajuan di Kabupaten Banjar.
Sementara itu, Wakil Bupati Banjar secara resmi membuka Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh KH. Muhammad Naufal Rosyad, S.Ag.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, para santri diharapkan dapat terus menjaga nilai-nilai tradisi pesantren, meningkatkan kualitas pendidikan, serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Reporter: Najla
Editor : Ahmad Mursyidi








