
Ilustrasi Kitab Kuning (Sumber : Pexels.com
Albanjari.com, Martapura – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Kabupaten Banjar akan menggelar Bahtsul Masail sebagai kegiatan awal peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 se-Kalimantan Selatan, Kamis (22/10/2026) malam, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura.
Koordinator acara, Rizqa Fitria, mengatakan Bahtsul Masail digelar pada awal rangkaian kegiatan HSN karena merupakan tradisi keilmuan yang berakar kuat dari lingkungan pesantren. Hal tersebut selaras dengan tema HSN 2026, yakni “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
“Kegiatan ini diikuti 70 santri dari berbagai pesantren se-Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris LBM PCNU Kabupaten Banjar, Anwar Syarif menjelaskan terkait isi pembahasan jual beli emas secara angsuran (cicilan).
“Pokok masalah pembahasan adalah mengenai jual beli emas secara non-tunai, sedangkan emas sendiri merupakan barang ribawi yang memerlukan syarat-syarat ketat dalam jual belinya.” Katanya
Menurutnya, berhubung beberapa tokoh agama dan kalangan masih mempertanyakan terkait bagaimana hukum jual beli emas secara kredit dan karena memandang beberapa hal dalam prakteknya masih diperselisihkan.
Maka, LBM PCNU Banjar pada rangkaian kegiatan HSN se-Kalsel 2026 mencoba untuk memperjelas kembali pokok masalah dan mencari solusi terkait beberapa hal yang belum terjawab.
“Tentunya, bahtsul masail merupakan forum ilmiah yang berakar dari kalangan pesantren dan itu sudah menjadi tradisi para ulama, khususnya di tanah banua di masa Datu Kasyful Anwar yang merespon persoalan umat lewat diskusi ilmiah,” ungkapnya
Ia mengharapkan para santri, khususnya di Kalsel mampu untuk terus berkontribusi aktif menjawab sekaligus merespon persoalan aktual melalui bahtsul masail.
Penulis : Ahmad Mursyidi






