IMG-20261025-WA0056

Pondok Pesantren Al-Jauhar Tungkaran, Kacamatan Martapura, Kabupaten Banjar di peringatan HSN 2026 Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura.

Albanjari.com, Martapura – Pondok Pesantren Al-Jauhar Tungkaran, Kacamatan Martapura, Kabupaten Banjar turut menghadirkan stand sebagai sarana memperkenalkan identitas dan lingkungan pendidikan pondok kepada para pengunjung di peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura.

Salah satu penjaga stand, Muhammad Ihsan Rahman mengatakan bahwa dirinya bertugas menjaga stand sekaligus membagikan brosur kepada para pengunjung.

Melalui brosur tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai Pondok Pesantren Al-Jauhar Tungkaran.

“Salah satu hal yang ditampilkan dalam stand tersebut adalah penggunaan warna merah, hijau, dan putih. Warna tersebut menggambarkan kiblat Pondok Al-Jauhar Tungkaran kepada Ponpes Gontor, Jatim,” ungkapnya kepada albanjari.com Sabtu, (24/10/2026).

Menurutnya, hal ini sejalan dengan identitas Al-Jauhar sebagai pondok yang memiliki hubungan erat dengan tradisi pendidikan Gontor.

“Pondok Modern Al-Jauhar Tungkaran sendiri tercatat sebagai pondok yang berafiliasi dengan Pondok Modern Darussalam Gontor,” katanya

Selain menampilkan identitas pondok, stand juga memperlihatkan pakaian formal yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan resmi.

“Tampilan tersebut menjadi salah satu bagian yang dikenalkan kepada para pengunjung sebagai gambaran kehidupan dan budaya di lingkungan pondok,” jelasnya

Ia mengatakan bahwa stand Al-Jauhar Tungkaran juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi pengunjung.

“Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut selaras dengan kerja sama Pondok Modern Al-Jauhar Tungkaran dengan RS Pelita Insani dalam bidang pelayanan kesehatan,” terangnya

Kerja sama tersebut mencakup edukasi kesehatan, skrining kesehatan, pemeriksaan rutin, serta konsultasi kesehatan bagi santri.

Keikutsertaan Pondok Pesantren Al-Jauhar Tungkaran dalam kegiatan Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pondok kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan identitas, nilai pendidikan, dan berbagai kegiatan yang ada di lingkungan pesantren.


Reporter : Muhammad Haydir

Editor : Ahmad Mursyidi