
Peserta MTQ HSN 2020 se-Kalsel, Rafi Ahmad dari Pondok Pesantren Bustanul Ilmi Tabalong Kamis, (24/10/2026) malam
Albanjari.com, Martapura – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) menjadi salah satu kegiatan yang memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura. Para peserta mengikuti perlombaan ini dengan berbagai persiapan, mulai dari latihan tilawah hingga menjaga kualitas suara, dan ketepatan tajwid.
Salah satu peserta MTQ, Raffi Ahmad dari Pondok Pesantren Bustanul Ilmi Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan mengungkapkan bahwa dirinya telah mempersiapkan diri dengan berlatih selama 10 hari dari awal diberikan surah dan ayat yang akan ia baca. Persiapan tersebut dilakukan agar ia dapat menampilkan kemampuan terbaiknya saat mengikuti perlombaan.
“Dari awal diberikan surah-surah, sekitar 10 harian,” ungkapnya saat diwawancarai albanjari.com Sabtu (24/10/2026) malam.
Dalam menghadapi perlombaan MTQ, Raffi Ahmad mengungkapkan bahwa persaingan dengan peserta lain menjadi salah satu tantangan yang dihadapinya.
“Para peserta yang mengikuti perlombaan memiliki kemampuan yang cukup kuat, sehingga persaingan untuk meraih hasil terbaik menjadi tantangan tersendiri, saingannya berat-berat,” ucapnya
Menurutnya, mengikuti MTQ bukan sekadar tentang memenangkan perlombaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengharumkan nama pondok.
Ia berharap keikutsertaannya dalam kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan meningkatkan kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an.
“Gara-gara adanya lomba MTQ masyarakat jadi rajin mengaji. Yang sebelumnya kurang bacaannya dengan adanya MTQ ini masyarakat ingin melancarkan bacaan mengajinya,” ungkapnya
Melalui keikutsertaannya dalam MTQ, peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman berharga serta meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an dalam momentum Hari Santri Nasional.
Jurnalis : Ihsan
Editor : Ahmad Mursyidi






