Juli 20, 2024
Tradisi Muharram di Desa TUnggul Irang, foto-screnshoot kanal youtube Bang lana

Tradisi Muharram di Desa TUnggul Irang, foto-screnshoot kanal youtube Bang lana

ALBANJARI.COM, MARTAPURA – Hari Asyura atau tanggal 10 Muharram merupakan salah satu dari hari yang sangat dimuliakan oleh umat muslim seluruh dunia. Berbagai tradisi seperti berbagi bubur asyura merupakan agenda rutinan yang sudah menjadi ciri khas di momentum asyura.

Selain itu, hari asyura bagi masyarakat Indonesia adalah momentum untuk meningkatkan semangat gotong royong, serta berbagi untuk menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama, terutama anak yatim dan kaum duafa.

Ada ciri khas unik yang sudah menjadi tradisi turun temurun dari Desa Tunggul Irang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Yaitu para anak-anak kecil berkeliling ke rumah-rumah warga untuk mendapatkan sedekah dari warga yang membukakan rumahnya tersebut.

Melansir dari kanal Youtube Abang Lana, yang diunggah pada Senin (8/8/2022) tersebut ia menceritakan mengenai tradisi unik ini.

“ Kita disini akan menilik tradisi unik dari Desa Tunggul Irang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, yang memiliki tradisi mulia di tiap 10 muharrom. Jadi, tradisi unik di Kampung Tunggul Irang yaitu dengan membagi bagikan uang kepada para anak yatim,” ujarnya.

“Tapi itu dulu, sekarang yang ngga yatim pun ikut juga cuy,” imbuhnya.

Ia menceritakan biasanya kegiatan tersebut dimulai semenjak setelah sholat subuh ke rumah warga yang sudah stanby berada di depan rumahnya masing-masing untuk berbagi rupiah.

“Para bocil-bocil menerima uang yang jumlahnya beragam,jadi tidak ada tarif tertentu untuk tuan rumahnya membagikan berapa,” katanya dalam video yang berdurasi 6 menit 59 detik tersebut.

Ia mengatakan tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu, yang mampu berbagi kepada yang tidak mampu.

“Di sisi lain, meski tujuannya untuk menyantuni anak yatim, tapi tidak dipungkiri kegiatan ini diikuti oleh yang tidak yatim,” ungkapnya.

Dibeberapa daerah juga ada tradisi unik yang dilakukan dalam rangka menyemarakkan tahun baru Islam dan momentum 10 Muharram yang dilansir dari detik.com :

  1. Kirab Muharram
    Tradisi 1 Muharram di Jawa salah satunya adalah Kirab Muharram. Ini adalah ritual yang dilakukan oleh Keraton Surakarta yakni menghadirkan kerbau bule atau kerbau putih milik Kiai Slamet. Kerbau Bule merupakan hewan kesayangan Susuhunan yang dianggap keramat.

2. Ngadulang

Berbeda dengan Kirab Muharram, tradisi di Jawa Barat ini dinamakan Ngadulang. Ngadulang merupakan salah satu acara yang diselenggarakan oleh pemerintah Sukabumi untuk merayakan tahun baru Islam. Di tahun baru Islam, ada perlombaan menabuh bedug yang menarik dan wajib diikuti.

3. Nganggung

Perayaan 1 Muharram di Pangkalpinang, Bangka memiliki keseruan tersendiri. Dalam acara Nganggung, masyarakat datang ke masjid dan membawa dulang berisi makanan dan lauk pauk untuk dinikmati bersama.

4. Pawai Obor

Sebenarnya tak hanya di Banten, kegiatan Tahun Baru Islam dengan pawai obor terjadi banyak di berbagai daerah. Dengan mengenakan pakaian muslim berwarna putih, masyarakat berpawai memegang obor keliling untuk merayakan tahun baru hijriyah.

5. Bubur Asura

Di Kalimantan, ada makanan khas yang adanya hanya di tahun baru Islam yaitu Bubur Asura. Bubur ini terbuat dari beras yang dimasak lama dengan santan dan dicampur dengan berbagai macam sayur-sayuran.

6. Membeli Perabot Baru

Sepertinya tradisi 1 Muharram di Makassar ini agak aneh ya. Kabarnya, di hari tersebut para ibu di Makassar akan berbelanja memborong perabot rumah. Wah, kira-kira untuk apa ya?

7. Mabit di Masjid

Perayaan 1 Muharram yang satu ini patut dicontoh nih. Masjid-masjid di Jakarta sering menyelenggarakan mabit pada malam Tahun Baru Islam. Biasanya kegiatan ini diisi dengan ceramah agama dengan tujuan untuk melakukan refleksi diri selama menginap di masjid.

https://www.youtube.com/watch?v=319OTk2UHm8

Editor : Muhammad Abdillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *