
Albanjari.com, MARTAPURA – Gelaran Konfrensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada 17-18 Juli usai. Tuan Guru H. Wildan Salman terpilih sebagai Rais Syuriyah, sementara Dr. H. Muhammad Tambrin M.Pd terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah.
Usai terpilih, Ketua Tandfidziyah yang baru didampingi pengurus GP. Anshor Kalsel berziarah ke makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Kalampayan, Kabupaten Banjar. Di area pemakaman tersebut, H. Tambrin menggelar syukuran dan doa bersama.
Pada prosesi ziarah dan syukuran tersebut, H. Tambrin tampak didampingi Ketua PW GP Ansor Kalimantan Selatan, H. Teddy dan puluhan kader Ansor lainnya.
“Setelah Pak Tambrin terpilih sebagai Ketua Tanfidziah dan Guru Wildan sebagai Rais Syuriah pada Konferwil kemarin, kita sama-sama membacakan doa selamat,” jelas H. Erfan Maulana, Sekretaris PW GP Ansor yang turut mendampingi H. Tambrin pada Kamis (18/7/24) malam.
Konferwil PWNU Kalimantan Selatan ke-9 merupakan konferensi lanjutan yang sebelumnya dilaksanakan di Amuntai tahun 2023 setelah sempat ditunda oleh PBNU.
“Konferensi wilayah baru selesai dilaksanakan, berjalan lancar dan sukses,” ucap Erfan.
Konferensi Wilayah PWNU Kalsel dilaksanakan di Grand Qin Hotel Banjarbaru, diawali dengan pembukaan formal pukul 14:00 WITA dan berakhir pada pukul 00:00 WITA.
Pembukaan formal Konferwil dihadiri oleh beberapa tokoh seperti pimpinan Pondok Pesantren di Kalimantan Selatan, di antaranya Pondok Darussalam Martapura, Darul Hijrah Putri, Al-Falah, Darul Ilmi dan beberapa pondok lainnya.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor dan pejabat pemerintah lainnya juga terlihat hadir pada pembukaan Konferensi PWNU Kalsel.
H. Muhammad Tambrin sebagai Ketua Tanfidziah dan KH. Wildan Salaman sebagai Rais Syuriah dipilih langsung oleh Tim Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang beranggotakan 7 orang dan ditentukan langsung oleh forum dari perwakilan 15 Cabang NU di Kalimantan Selatan.
Terpilihnya H. Tambrin sebagai Ketua Tanfidziah dan Guru Wildan sebagai Rais Syuriah diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata untuk membangun peradaban, salah satunya seperti menghidupkan bahstul masa’il di setiap cabang.
“Yang pasti visi misinya sama dengan PBNU yaitu membangun peradaban bagaimana NU di Kalimantan Selatan bertambah maju kan, yaitu yang sebelumnya sunyi dari kegiatan kewajiban seperti lailatul ijtima’ dan bahstul masa’il,” tutup Erfan.
Kontributor: Anwar Syarif
Editor: Muhammad Bulkini






