
Pembacaan Manakib Siti Khadijah di Desa Pematang Hambawang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar Sabtu, (23/7/2026) malam Jumat. (Foto : Istimewa)
Albanjari.com, Astambul -Masyarakat Desa Pematang Hambawang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar secara rutin melaksanakan pembacaan Manakib Siti Khadijah dengan sistem arisan Sabtu (23/7/2026) malam Jumat.
Kegiatan keagamaan tersebut diselenggarakan satu kali dalam setiap bulan Hijriah secara bergiliran di rumah warga yang bersedia menjadi tuan rumah. Warga mengumpulkan uang senilai Rp. 10.000 untuk keperluan logistik dan makanan.
Pembacaan Manakib Siti Khadijah dipimpin oleh Guru Sahrahman, Dosen Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura. Selain memimpin pembacaan manakib, ia juga membimbing kegiatan majelis ilmu yang berlangsung setiap malam Jumat di desa tersebut.
Salah seorang jemaah, Muhammad Alwi yang rutin mengikuti kegiatan tersebut, mengatakan bahwa pembacaan manakib menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan masyarakat Pematang Hambawang. Kegiatan itu dilaksanakan sebagai selingan dari pengajian kitab yang diadakan setiap malam Jumat.
“Majelis ilmu setiap malam Jumat biasanya diisi dengan pembacaan Kitab Perukunan Jamaluddin. Kitab tersebut merupakan salah satu kitab fikih yang sering diajarkan oleh guru-guru agama di Martapura,” ujar Muhammad Alwi.
Menurutnya, pembacaan Manakib Siti Khadijah dilaksanakan satu kali dalam sebulan dan tetap mengambil waktu pada malam Jumat.
“Penentuan tempat pelaksanaan dilakukan melalui sistem arisan sehingga setiap jemaah memperoleh kesempatan untuk menjadi tuan rumah sesuai dengan kesediaan,” terangnya
Menurutnya, kegiatan pembacaan manakib tersebut dilaksanakan agar aktivitas keagamaan masyarakat tidak hanya berfokus pada pembelajaran ilmu agama, tetapi juga diimbangi dengan pengamalan ibadah.
“Melalui kegiatan tersebut, para jemaah dapat menambah pengetahuan sekaligus membiasakan diri membaca selawat, doa, dan riwayat kehidupan tokoh-tokoh Islam,” jelasnya
Pelaksanaan majelis ilmu yang diselingi dengan majelis amaliah tersebut terinspirasi dari kegiatan keagamaan yang pernah dibimbing oleh KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.
“Selain membuka majelis pengajian, Abah Guru Sekumpul juga mengajarkan berbagai amalan keagamaan, seperti pembacaan Maulid, Qasidah Burdah, Dalail al-Khairat, dan kegiatan selawat lainnya,” katanya
Ia mengatakan bahwa Manakib Siti Khadijah dipilih karena ingin meneladani kehidupan dan kemuliaan istri Rasulullah saw. tersebut.
“Selain dikenal sebagai sosok yang beriman, dermawan, dan setia mendukung perjuangan Rasulullah, Siti Khadijah juga menjadi teladan dalam menjalankan usaha dan menggunakan harta untuk kepentingan agama,” ujarnya
Sementara itu, Guru Sharahman menjelaskan bahwa pembacaan Manakib Siti Khadijah juga diyakini oleh sebagian masyarakat sebagai salah satu amalan untuk memohon kelapangan rezeki kepada Allah Swt.
“Mengadakan pembacaan Manakib Siti Khadijah ini, insyaallah, menjadi sebab kelancaran rezeki. Menurut penjelasan guru-guru kita, kegiatan ini termasuk salah satu amalan untuk memohon kekayaan dan kecukupan rezeki atau amalan sugih,” ujar Guru Sharahman.
Melalui pembacaan manakib secara rutin, masyarakat Pematang Hambawang berharap dapat mempererat hubungan antarsesama warga, meningkatkan kecintaan kepada keluarga Rasulullah saw, serta menumbuhkan semangat untuk mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah berkembang di Kabupaten Banjar.
Dengan sistem pelaksanaan secara bergiliran, setiap jemaah dapat berpartisipasi dan mengambil peran dalam keberlangsungan majelis ilmu maupun majelis amaliah di lingkungan Desa Pematang Hambawang.
Kontributor : Ahmad Hadi Irpana
Editor : Ahmad Mursyidi






