Oplus_131072

H. Muhammad HR, Tokoh Pemuda Kabupaten Banjar

Albanjari.com – Martapura kembali mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Padahal, pemadaman listrik tersebut sempat terhenti kurang lebih selama 2 minggu.

Pemberitahuan pemadaman listrik pun selalu ada, itu artinya pemadaman listrik akan tetap berlanjut.

Hingga hari ini, listrik sudah mengalami padam tiga hari berturut-turut sejak hari kamis (23/7/2026) dengan durasi tiga sampai lima jam.

Pasalnya, telah dilakukan Rapat Dengar Penpadat (RDP) antara PLN UID Kalsel-Teng PT. PLN UP3 Banjarmasin dengan DPRD Provinsi Kal Sel pada hari Kamis (2/7/2026) lalu.

Mengacu peraturan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025, batas pemadaman listrik berlangsung maksimal 6 kali per bulan atau 6 jam dalam satu bulan. Sehingga jika melebihi batas tersebut, pelanggan berhak mendapatkan kompensasi.

Fakta di lapangan ternyata berbeda, masyarakat sudah mengalami pemadaman listrik lebih dari batas yang ditetapkan menurut peraturan (TMP) Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 202

Hal ini, membuat salah satu tokoh pemuda Kabupaten Banjar, H. Muhammad HR merasa prihatin dengan kondisi seperti ini. Pasalnya, banyak masyarakat yang merasakan dampak dari pemadaman listrik tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada konpensasi dari PLN, baik pengurangan tagihan atau lainnya. Lebih parahnya lagi, sekali tagihan telat satu hari saja, pihak PLN langsung mematikan listriknya,” ujarnya saat kami temui pada hari sabtu (25/7/2026).

Tokoh pemuda Kabupaten Banjar tersebut juga mengingatkan kepada PLN agar jangan sampai zalim kepada masyarakat.

“Saya juga mengingatkan kepada PLN agar jangan sampai zalim terhadap masyarakat terdampak pemadaman listrik dengan tidak memberikan hak hak sesuai dengan ketentuan peraturan yg ada,Karena PLN diberikan amanah oleh negara untuk memberikan layanan listrik yang baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap agar PLN segera mengambil langkah memperbaiki kerusakan untuk mengurasi hambatan dna gangguan listrik.

“Saya berharap, PLN segera mengambil langkah, agar tidak semakin banyak warga yang terdampak. Dan kerugian dari pemadaman listrik pun bisa diminimalisir,” harapnya.


Penulis: Muhammad Fahrie