IMG-20260919-WA0108(1)

Rosadi (duduk di tengah) kader Banser utusan Kalimantan Selatan saat Pelatih II (Suspelat II) Banser Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser.

Albanjari.com, Banjar – Edy Rosadi, kader Banser utusan Kalimantan Selatan yang juga Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dinyatakan lulus Kursus Pelatih II (Suspelat II) Banser Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser.

Penetapan kelulusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Satkornas Banser Nomor 1158/SKN-SK/IX/2026 tentang Penetapan Kelulusan Peserta Kursus Pelatih II Banser Angkatan I Tahun 2026.

Hasil kelulusan disampaikan pada Jumat (18/9/2026) lewat aplikasi zoom. Dari 50 peserta, sebanyak 40 peserta dinyatakan lulus, enam peserta lulus bersyarat, dan empat peserta dinyatakan tidak lulus.

Daftar peserta yang lulus berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, Papua, hingga peserta dari Satkornas Banser.

Suspelat II Banser dilaksanakan pada 12–16 Februari 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selama lima hari mengikuti pendidikan, Edy tidak hanya mendapatkan ilmu kepelatihan, tetapi juga pengalaman dan inspirasi dari kader Banser dari berbagai daerah di Indonesia.

“Selama lima hari Suspelat II, saya tidak hanya mendapatkan ilmu kepelatihan, tetapi juga pengalaman dan inspirasi dari sahabat-sahabat se-Indonesia yang semakin menambah ghirah untuk berkhidmat dan memperkuat kaderisasi,” kata Edy Rosadi.

Memperkuat Kaderisasi di Daerah

Menurut Edy, pengalaman yang diperoleh dalam Suspelat II kemudian diterapkan melalui penguatan kaderisasi setelah kembali ke Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, sepulang dari Suspelat II Februari 2026, saya semakin memasifkan kaderisasi dengan membentuk ranting GP Ansor, merekrut anggota hingga desa-desa, serta membangun satuan khusus untuk mencetak kader baru yang siap berkhidmat di Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Saat ini, Edy juga mendapat amanah di Satkorwil Banser Kalimantan Selatan sebagai Wakasatkorwil II Bidang Kaderisasi. Amanah tersebut menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk melanjutkan penguatan dan pengembangan kader di tingkat wilayah.

“Saat ini saya juga mendapat amanah di Satkorwil Banser Kalimantan Selatan sebagai Wakasatkorwil II bidang kaderisasi, sehingga ikhtiar penguatan dan pengembangan kader terus saya lanjutkan di tingkat wilayah,” tuturnya.

Ia menilai kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan organisasi. Karena itu, ilmu yang diperoleh dalam pendidikan tingkat nasional diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi.

“Bagi saya secara pribadi, kelulusan Kursus Pelatih II ini bukan sekadar pencapaian atau sebuah sertifikat, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab baru. Ini menjadi bagian dari proses belajar untuk meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam bidang pendidikan dan kaderisasi,” kata Edy.

Ia juga berharap kapasitas yang diperoleh dapat ditransformasikan menjadi penguatan sistem kaderisasi dan peningkatan kualitas instruktur maupun pelatih.

“Saya ingin kapasitas yang saya dapatkan tidak berhenti pada diri saya, tetapi bisa ditransformasikan menjadi penguatan sistem kaderisasi, peningkatan kualitas instruktur dan pelatih, serta lahirnya kader-kader Ansor yang memiliki kapasitas, militansi, dan komitmen terhadap organisasi,” lanjutnya.

Bersamaan dengan Penugasan Nasional

Pada Mei 2026, Edy Rosadi juga mendapat penugasan di Satuan Khusus Balakar Nasional sebagai Kepala Divisi Pendidikan dan Pelatihan. Penugasan tersebut menjadi bagian dari pengabdiannya dalam bidang pendidikan dan pengembangan kader.

Dengan bekal Suspelat II dan sejumlah amanah di bidang kaderisasi dan pendidikan, Edy berharap ilmu yang diperoleh dapat terus memberikan manfaat bagi penguatan kaderisasi di daerah.

“Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus menguatkan kaderisasi dan menghadirkan kader yang siap mengabdi kepada jam’iyyah, masyarakat, bangsa, dan NKRI,” pungkasnya.

Kelulusan dari pendidikan pelatih tingkat nasional tersebut menjadi tambahan bekal bagi Edy untuk melanjutkan penguatan kaderisasi Banser di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan.

“Dari Yogyakarta membawa ilmu, kembali ke Kalimantan Selatan membawa khidmat,” ucapnya

Penguatan Kompetensi Pelatih

Kursus Pelatih II Banser merupakan bagian dari jenjang pendidikan kader yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam menjalankan fungsi sebagai pelatih.

Pendidikan tersebut tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis kepelatihan, tetapi juga mencakup kepemimpinan, kedisiplinan, pemahaman keagamaan, keterampilan sosial, serta kemampuan menyampaikan materi secara sistematis dan efektif.

 

Suspelat juga menjadi ruang standardisasi materi dan metode pendidikan Banser. Dengan adanya standar tersebut, proses kaderisasi di berbagai daerah diharapkan memiliki arah dan kualitas yang lebih terukur.

Selain kompetensi kepelatihan, pendidikan tersebut menjadi ruang penguatan nilai-nilai kaderisasi, seperti Aswaja An-Nahdliyah, nasionalisme, toleransi, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Pembukaan Suspelat II Banser dirangkaikan dengan Apel Banser yang dihadiri sekitar 5.000 anggota dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sejumlah daerah lainnya. Pembukaan tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pendidikan kader tingkat nasional menjadi ruang bagi kader dari berbagai daerah untuk bertemu, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus meningkatkan kapasitas sebelum kembali mengabdi di daerah masing-masing.

 


Reporter : Ahmad Mursyidi