
Foto bersama usai prosesi pembukaan (foto: istimewa)
Albanjari.com, Martapura – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Banjar menggelar “Latihan Pelatih” (Latpel) dengan tema: “Manifestasi IPPNU, Menyuluh Kaderisasi, Menapak Kaderisasi” bertempat di “Aula Guru Tuha” Kantor PCNU Kabupaten Banjar.
Latihan Pelatih tersebut diselenggarakan dalam rangka mencetak pelatih pengkaderan IPPNU di ruang lingkup Kabupaten Banjar. Mengingat bahwa kaderisasi merupakan salah satu aspek terpenting dalam organisasi pengkaderan seperti IPPNU.
Untuk menjalankan roda kaderisasi yang berkualitas dan profesional dibutuhkan manajemen dan kerangka kaderisasi yang terstruktur. Oleh sebab itu, IPPNU Kabupaten Banjar menggelar kaderisasi latihan pelatih tersebut.
Latpel tersebut merupakan kali pertama dilaksanakan oleh pimpinan cabang di Kalimantan Selatan. Diikuti oleh 15 peserta dari berbagai anak cabang dan komisariat di Kabupaten Banjar.
Alumni Latpel ini diharapkan akan menjadi pelatih dan pengawal pengkaderan IPPNU di Kabupaten Banjar. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga hari, di mulai dari hari jum’at sampai ahad (12-14/12/2025).
Selama pelatihan berlangsung para peserta akan mendapatkan materi-materi pendidikan kekaderan dan kepelatihan, diantaranya: tentang sistem kaderisasi IPPNU, psikologi perkembangan remaja, prinsip falsafah & pendekatan pelatihan, komunikasi dan media kepelatihan serta metodologi evaluasi, tak lupa pula materi tentang Ke-NU-an dan ke-IPPNU-an.
Didampingi dan dilatih oleh mentor profesional dari Pelatih Nasional dan Pelatih Wilayah IPPNU, adapun materi Ke-NU-an disampaikan oleh tim ahli Ke-NU-an dan Ke-Aswaja-an dari PCNU Kabupaten Banjar.
Ketua PC IPPNU Kabupaten Banjar, Latipah, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas pelatihan biasa, tetapi sebuah perjalanan panjang yang terkandung banyak sekali pelajaran di dalamnya.
“Perjalanan yang, jujur saja tidak selalu mulus ada dinamika yang membuat kita di sini sama-sama harus belajar ketegasan tanpa suara, kesabaran tanpa keluhan dan ketekunan tanpa harus diumumkan,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa proses dan dinamika hadir untuk mendewasakan, bukan untuk memecahkan, ia juga menegaskan bahwa kaderisasi bagaikan denyut nadi.
“Kami memahami bahwa kaderisasi merupakan denyut nadi IPPNU, karena itulah setiap upaya menyuluh dan menapak kaderisasi harusnya mendapatkan dukungan penuh dari seluruh struktur organisasi, mulai dari tingkatan paling bawah sampai pimpinan tertinggi,” tuturnya.
Ia bersyukur bahwa perjalanan sulit dan panjang untuk melaksanakan kaderisasi ini akhirnya berhasil terlaksana, dan mampu membuktikan bahwa perjalanan yang berat tetap bisa dihadapi dengan kuat.
“Kami percaya bahwa kritik terbaik adalah prestasi, dan hari ini, kegiatan ini adalah salah satu bentuknya, pada akhirnya kita semua berjalan pada satu cita-cita yang sama besarnya, yaitu menguatkan kader pelajar putri nahdliyyin muda yang berdaya, berilmu dan berkhidmah,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua PW IPPNU Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Rizqa Fitria selaku Wakil Ketua PW IPPNU dalam sambutannya mengatakan bahwa IPPNU merupakan organisasi pengkaderan, dan harus selalu sigap dan siap dalam menjalankan kaderisasi.
“IPPNU merupakan organisasi pengkaderan. Oleh karena itu, IPPNU dituntut untuk selalu siap dan sigap dalam melaksanakan proses kaderisasi di setiap tingkatan, baik di wilayah, cabang, hingga ke tingkat kecamatan, ranting, sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi, katanya.

Rizqa juga mengatakan bahwa Latpel bukan hanya sekedar kegiatan biasa, tetapi Latpel adalah salah satu tonggak dalam kaderisasi IPPNU.
“Maka dari itu, pelaksanaan Latihan Pelatih IPPNU Tahun 2025 ini harus menjadi tonggak penting dan momentum strategis dalam rangka mencetak pelatih-pelatih yang mumpuni dan berkualitas. Pelatih-pelatih inilah yang nantinya akan mendistribusikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, nilai-nilai Pancasila, serta nilai-nilai kedamaian kepada seluruh kader Pelajar NU se-Kabupaten Banjar,” sambungnya.
Ia mengharapkan output dari kegiatan ini lahirnya kader pelatih yang unggul di berbagai bidang, terkhusus tentang pengkaderan.
“Harapannya, melalui kegiatan ini dapat tercipta kader-kader unggul di bidang kaderisasi, unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial, serta siap untuk berkembang dan mengabdikan diri sebagai pelatih di daerah masing-masing,” pungkasnya.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Banjar Haderiyanadi berharap para pelajar ini tidak berhenti di IPPNU saja tapi lanjutkan sampai menjadi Fatayat dan Muslimat NU.

“Saya lihat Fatayat dan Muslimat NU tidak begitu banyak sekarang ini maka saya berharap jangan sampai putus di IPPNU saja tapi lanjutkan sampai menjadi Fatayat dan Muslimat NU ke depannya,” katanya.
Latpel ini di buka secara resmi oleh Wakil Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Haderiyanadi. Setelah prosesi pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kontrak belajar dan review materi Lakmud yang dipandu oleh Pelatih dari PW IPPNU Kalsel.
Reporter: Muhammad Fahrie






