
Lailatul Ijtima PCNU Kabupaten Banjar (12/12/2025)
Albanjari.com, Martapura – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar menggelar Lailatul Ijtima pada hari jum’at malam (12/12/2025) bertempat di Aula Guru Tuha Kantor PCNU Kabupaten Banjar.
Lailatul Ijtima adalah perkumpulan rutinan PCNU Kabupaten Banjar. Selain untuk saling bersilaturrahmi, kegiatan ini juga merupakan ajang bertukar pikiran dan berdiskusi, terlebih tentang Ke-NU-an dan Ke-Aswaja-an.
Selain dihadiri oleh pengurus Syuriah dan Tanfidziyah, Lailatul Ijtima juga dihadiri Badan Otonom, Lembaga serta beberapa MWC dibawah PCNU Kabupaten Banjar, seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, serta IPNU & IPPNU.
Kegiatan rutinan tersebut dimulai dengan pembacaan Maulid Nabi oleh PC IPNU Kabupaten Banjar, setelah selesai Mulid dilanjutkan dengan pembacaan Kitab “Mir’atut Tullab” Karya Guru Tuha oleh Guru Zaki, Wakil Katib Syuriah, setelah itu baru diskusi Ke-NU-an dan berbagai macam topik pembahasan.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Guru Zaki; Ulama Muda Martapura, Buyut Guru Tuha
Diskusi tersebut dipandu oleh juru bicara PCNU, Ustadz Muhammad Jauhari, selaku Wakil Ketua Tanfidziyah. Berbagai topik pembicaraan dibahas pada Lailatul Ijtima tersebut, mulai dari isu keagamaan, sosial, pendidikan dan politik.
Ketua Tanfidziyah, Ustadz Nuryadi, memulai diskusi dengan menyampaikan keadaan saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra. Selain itu beliau juga memberikan informasi tentang kepedulian kita kepada sesama.

“PCNU Kabupaten Banjar membuka donasi kepada seluruh pengurus NU, Keluarga Besar NU Kabupaten Banjar juga melakukan penggalangan dana selama ± lima hari bertempat di lampu merah Sekumpul. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian kita kepada saudara” kita yang terdampak bencana di Sumatra,” terangnya.
Ia melanjutkan bahwa program KOIN NU yang sedang dijalankan jajaran Tanfidziyah akan dikumpulkan dengan hasil open donasi dan penggalangan dana, sebelum nantinya akan diserahkan ke Sumatra.
“Biasanya, hasil setoran KOIN NU akan kita distirbusikan kepada warga yang membutuhkan, tapi kali ini hasil perolehan KOIN NU akan kita gabung dengan dana hasil open donasi dan penggalangan dana,” lanjutnya.
Setelah itu ia menyinggung persoalan yang akhir-akhir ini terjadi di PBNU, ia mengajak seluruh warga NU untuk berdoa semoga polemik yang terjadi di PBNU cepat selesai dan menemukan jalan terbaik. Ia juga mengharapkan semoga kejadian serupa tidak terjadi di PWNU dan PCNU.
“Mari kita semua sama-sama berdoa agar polemik yang terjadi di PBNU cepat selesai dan damai, semoga kejadian seperti itu tidak terjadi di daerah, di PWNU dan PCNU. NU ini organisasi besar, jadi ujiannya besar juga. Semoga kejadian itu bisa kita jadikan pelajaran,” pungkasnya.
Baca juga: Dukung Kemandirian Organisasi: PCNU Kabupaten Banjar Laksanakan Program KOIN NU
Senada dengan itu, Katib Syuriah, Tuan Guru Naupal, memberikan wejangan dan nasehat kepada para hadirin Lailatul Ijtima perihal konflik yang terjadi di PBNU, beliau mengatakan agar kita warga NU bersikap netral dan jangan ikut-ikutan.

“Terkait konflik yang saat ini terjadi di PBNU, kita semua sudah tahu bahwa PBNU sedang menghadapi konflik internal, kita warga NU harus bersikap netral, tidak usah ikut-ikutan, apalagi kubu-kubuan. Konflik ini sudah ditangani oleh Kiai-kiai di Mustasyar serta Kiai Khos, kita serahkan saja kepada beliau-beliau yang mengistikhorohkan masalah ini. Kita yakin persoalan tersebut pasti seselai, kita tunggu saja,” tegasnya.
Terkait konflik yang saat ini terjadi di PBNU, kita semua sudah tahu bahwa PBNU sedang menghadapi konflik internal, kita warga NU harus bersikap netral, tidak usah ikut-ikutan, apalagi kubu-kubuan. Konflik ini sudah ditangani oleh Kiai-kiai di Mustasyar serta Kiai Khos, kita serahkan saja kepada beliau-beliau yang mengistikhorohkan masalah ini. Kita yakin persoalan tersebut pasti seselai, kita tunggu saja
Baca juga: Guru Naufal dan Mata Cincin yang “Kembali Pulang”
Dokter Diauddin, Sekretaris Tanfidziyah juga menyoroti persoalan yang terjadi di PBNU dan mengatakan bahwa sebagai pengurus NU kita harus satu suara terkait respon konflik di PBNU.

“Sebagai sebuah lembaga kita harus satu suara dan satu persepsi terkait persoalan yang terjadi di PBNU, dan seraya berdoa kita hanya bisa menunggu, Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk Nahdlatul Ulama, kita serahkan kepada para masyikh dan kyai khos,” katanya.
Ia juga menyampaikan wejangan kepada para relawan bencana yang terjadi di Sumatra.
“Kepada para relawan, relawan apapun itu, terkhusus terhadap bencana di Sumatra agar selalu ikhlas dan jangan mencari (meunting) macam-macam, niatkan saja karena Allah, pasti Allah balas dengan balasan yang kada pernah kita pikirkan sebelumnya,” jelasnya.
Baca juga: Lailatul Ijtima di Rangkai Kegiatan Maulid Nabi, PCNU Kab Banjar: Tradisi Diskusi dan Perkumpulan NU
Sementara itu, Bendahara PCNU, Ustadz Muhammad HR menyampaikan terkait keuangan dan keaktifan MWC NU 2026 mendatang.

“Sebagai bendahara saya menyampaikan bahwa di tahun 2026 mendatang PCNU akan memberikan bantuan ke seluruh MWC NU di bawah PCNU Kabupaten Banjar berupa uang. Uang itu nantinya dipergunakan untuk menjalankan program kegiatan MWC,” ujarnya.
Namun, ia menjelaskan bahwa untuk mendapatkan bantuan berupa dana tersebut tidak sekedar langsung dikasih saja ke MWC, ada kriteria tertentu.
“Untuk mendapatkan bantuan berupa dana tersebut para MWC harus membikin program kerja, kemudian disampaikan ke PCNU, nanti akan ada tim verifikasi dari PCNU, bantuan akan diserahkan apabila sudah sesuai dengan kriteria yang di tetapkan oleh tim verifikasi,” tutupnya.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi serta pertanyaan dan penyampaian dari beberapa MWC terkait program kerja dan dari IPNU sebagai perwakilan dari badan otonom.
Setelah diskusi selesai, kegiatan ditutup dengan tahlil dan doa, dipimpin oleh Katib Syuriah, Tuan Guru Naupal.
Reporter: Muhammad Fahrie






