Screenshot_20261029-003436_Word

Stand MBS Martapura HSN 2026 se-Kalimantan Selatan (Foto : Najla)

Albanjari.com, Martapura – Muhammadiyah Boarding School (MBS) Martapura memperkenalkan program unggulan tahfidz Al-Qur’an, pembiasaan berbahasa Arab dan Inggris, serta pendekatan pendidikan “Ramah Santri” dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Melati, Desa Pandang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, tersebut mengikuti peringatan Hari Santri Nasional untuk kedua kalinya sejak berdiri tiga tahun lalu. Informasi mengenai program pendidikan itu disampaikan oleh Ustazah Alfia dan Nabila dalam wawancara pada Jumat (23/10/2026).

Salah satu program unggulan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Martapura adalah pembelajaran tahfidz Al-Qur’an menggunakan metode Ummi. Kegiatan menghafal Al-Qur’an dilaksanakan setelah salat Subuh dan Magrib sebagai bagian dari rutinitas harian santri.

Buku mengaji Metode Ummi (Foto : Najla)

Selain tahfidz, pondok juga menerapkan pembelajaran bahasa Arab menggunakan metode ABY (Arabiyah Bayyinah Yaday). Santri dibiasakan menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam keseharian di lingkungan pesantren.

Pada dua bulan pertama, santri diperbolehkan menggunakan bahasa Indonesia untuk membantu proses penyesuaian. Setelah masa tersebut, pembiasaan penggunaan bahasa asing diterapkan sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari di pondok.

Dalam pengembangan karakter dan keterampilan, Muhammadiyah Boarding School Martapura memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Hizbul Wathan merupakan kegiatan kepanduan di lingkungan Muhammadiyah yang mendukung pembentukan karakter dan kedisiplinan. Sementara itu, Tapak Suci berfokus pada seni bela diri pencak silat, sedangkan IPM menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan.

Selain program akademik dan ekstrakurikuler, pondok tersebut menerapkan konsep pendidikan “Ramah Santri” dalam pembinaan peserta didik. Pendekatan ini mengutamakan disiplin positif dengan memberikan konsekuensi atas kesalahan yang dilakukan santri sebagai bagian dari proses pembelajaran.

(Foto: Najla)

Keikutsertaan Muhammadiyah Boarding School Martapura dalam peringatan HSN 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan program pendidikan, kegiatan pengembangan diri, serta pola pembinaan santri kepada masyarakat yang mengunjungi Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengenal lebih dekat berbagai program yang dijalankan Muhammadiyah Boarding School Martapura dalam mendukung pendidikan santri, baik melalui pembelajaran Al-Qur’an, pembiasaan bahasa asing, kegiatan ekstrakurikuler, maupun penerapan disiplin positif di lingkungan pesantren.


Reporter: Najla

Editor : Ahmad Mursyidi