
Ketua GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi bersama Ketua Baznas Kabupaten Banjar, KH Nuryadi Kamis, (30/4/2026) di Kantor Baznas Banjar (Foto : Istimewa)
Albanjari.com, Martapura – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Banjar terus menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan membantu siswa kurang mampu yang terkendala menebus ijazah akibat tunggakan biaya sekolah Kamis, (30/4/2026) di Kantor Baznas Martapura.
Sejumlah lulusan dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Banjar diketahui masih belum dapat mengambil ijazah mereka karena tertahan di sekolah akibat tunggakan administrasi.
Kondisi ini menjadi perhatian, mengingat ijazah merupakan syarat penting untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banjar, GP Ansor ikut mendampingi sekaligus menyosialisasikan program Tebus Ijazah bagi siswa kurang mampu.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah mengetahui informasi program tersebut melalui media sosial BAZNAS.
“Melihat pamflet yang dibagikan oleh BAZNAS di media sosial, kami langsung cepat tanggap untuk menyampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian GP Ansor terhadap akses pendidikan bagi generasi muda di Kabupaten Banjar.
“Hari ini kami juga mendampingi salah satu anak dari sahabat Banser untuk proses pengajuan bantuan tebus ijazah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Banjar, KH Nuriyadi menyampaikan apresiasi kepada GP Ansor Banjar yang telah aktif membantu menyosialisasikan dan mendampingi masyarakat dalam program tersebut.
“BAZNAS Kabupaten Banjar mengapresiasi GP Ansor Banjar yang telah turut aktif mendampingi dan menyukseskan program Tebus Ijazah bagi siswa kurang mampu,” katanya
Menurutnya, kolaborasi ini sangat membantu dalam memperluas jangkauan penerima manfaat, sehingga program dapat lebih tepat sasaran kepada siswa yang membutuhkan.
“Kehadiran GP Ansor sangat membantu kami dalam menjangkau masyarakat,” kata Nuryadi yang juga merupakan Ketua PCNU Kabupaten Banjar sekarang.
Ia menambahkan, program Tebus Ijazah ini merupakan salah satu upaya lembaga dalam membantu masyarakat prasejahtera agar dapat memperoleh hak pendidikan secara penuh.
“Program ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, agar ijazah bisa segera diambil dan dimanfaatkan, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan,” jelasnya.
Sejumlah lulusan dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Banjar diketahui masih belum dapat mengambil ijazah mereka karena tertahan di sekolah akibat tunggakan administrasi.

“Program ini menyasar siswa lulusan SMP/SMA, MTs/MA swasta, serta SMK swasta di wilayah Kabupaten Banjar,” terangnya
Kriteria penerima antara lain beragama Islam, berdomisili di Kabupaten Banjar, berasal dari keluarga mustahik pra sejahtera, serta telah lulus minimal enam bulan.
“Bantuan diberikan maksimal Rp2 juta untuk pelunasan tunggakan sekolah sekaligus pengambilan ijazah,” imbuhnya
Adapun syarat pengajuan meliputi surat pengantar permohonan, fotokopi KTP orang tua, KK, bukti kelulusan, SKTM, serta surat keterangan tunggakan dari sekolah.
“Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui Telp (0511) 675-0964 atau WA 0815-2854-0050, serta Instagram @baznaskab.banjar dan website kabbajar.baznas.go.id.,” terangnya
Sinergi GP Ansor dan BAZNAS Kabupaten Banjar ini diharapkan mampu membuka lebih banyak akses pendidikan bagi siswa kurang mampu agar dapat melanjutkan masa depan yang lebih baik.
Editor : Ahmad Mursyidi






