IMG-20260712-WA0081

Foto bersama PKD 1 PAC Beruntung Baru Sabtu-Minggu (11-12/7/2026) di MIN 17 Banjar Beruntung Baru (Foto : Istimewa)

Albanjari.com, Beruntung Baru – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Beruntung Baru sukses Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan 1 pada Sabtu-Minggu, (11–12/7/2026) di MIN 17 Banjar, Desa Muara Halayung, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini mengusung tema “Mencetak Kader Pimpinan Ranting yang Militan dan Berintegritas sebagai Penggerak Organisasi di Tingkat Desa.”

PKD Angkatan 1 merupakan bagian dari upaya memperkuat kaderisasi GP Ansor di Kecamatan Beruntung Baru. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman Keaswajaan (Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah), wawasan Ke-NU-an, nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, serta kemampuan mengembangkan organisasi hingga tingkat desa. Diharapkan para peserta mampu menjadi kader yang berkualitas, militan, berintegritas, serta siap menggerakkan organisasi di tengah masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh KH. Abdul Basit, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Beruntung Baru. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruh organisasi yang harus terus dijaga agar GP Ansor mampu melahirkan generasi penerus yang memiliki pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, berakhlak mulia, serta siap berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan negara.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta menerima sejumlah materi dari para narasumber yang berkompeten, yaitu materi Ke-Aswajaan oleh KH. Abdul Basit, materi Ke-NU-an, Dalil-Dalil Amaliah, dan Tradisi NU oleh Guru Zuhri, Wakil Ketua MWCNU Kecamatan Beruntung Baru, materi Wawasan Kebangsaan oleh Guru Badarudin, Ketua LPPNU Kabupaten Banjar, materi Ke-Ansoran oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi, materi Keorganisasian oleh Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Muhammad Fadhillah Arsyad, serta materi Kepemimpinan oleh Syahrani, Wakil Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Beruntung Baru.

Dalam penyampaian materi Ke-Ansoran, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi, mengajak seluruh peserta untuk memahami makna menjadi bagian dari keluarga besar Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Setelah kita menjadi keluarga besar Jam’iyah Nahdlatul Ulama, lalu apa yang akan kita lakukan untuk organisasi? Jangan hanya bangga menjadi bagian dari NU, tetapi jadilah kader yang siap berkhidmat dan memberikan manfaat. Organisasi tidak akan berjalan hanya dengan nama besar, melainkan dengan pengorbanan, kebersamaan, dan pengabdian para kader.”»

Ia menegaskan bahwa menggerakkan organisasi harus dilandasi dengan mahabbah wal mudārāh (cinta, kasih sayang, dan sikap saling menjaga). Menurutnya, mustahil roda organisasi dapat berjalan dengan baik tanpa adanya rasa cinta terhadap organisasi. Dari rasa cinta itulah lahir loyalitas, semangat berkhidmat, tanggung jawab, serta kesediaan meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta demi kemajuan organisasi. Dengan semangat mahabbah wal mudārāh, setiap kader akan mampu menjaga ukhuwah, memperkuat kebersamaan, dan membangun organisasi secara arif, santun, serta penuh kekeluargaan. Ia juga mengajak para peserta untuk mengajak keluarga, sahabat, dan masyarakat bergabung dalam badan otonom Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat kaderisasi dan memperluas manfaat organisasi di tengah masyarakat.

Selain mengikuti materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti orientasi, diskusi, dan pembinaan yang bertujuan membentuk karakter kader yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki loyalitas tinggi, serta siap menjadi penggerak organisasi di tingkat desa.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti Upacara Pembaiatan sebagai tanda resmi menjadi kader GP Ansor. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.

Pada upacara tersebut, KH. Abdul Basit, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Beruntung Baru, bertindak sebagai Instruktur Upacara sekaligus menyampaikan amanat kepada seluruh peserta. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa baiat bukan sekadar seremonial, melainkan ikrar dan komitmen untuk senantiasa menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, menaati aturan organisasi, serta istiqamah dalam berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan negara.

Beliau juga mengajak seluruh kader GP Ansor Kecamatan Beruntung Baru untuk tidak merasa sungkan mengenakan atribut organisasi. Menurutnya, atribut GP Ansor bukan sekadar seragam, melainkan identitas, simbol pengabdian, serta wujud rasa syukur karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Jam’iyah Nahdlatul Ulama melalui Gerakan Pemuda Ansor.

“Jangan pernah merasa sungkan memakai atribut organisasi. Kenakanlah dengan bangga sebagai bentuk syiar dan ungkapan syukur atas amanah menjadi kader Nahdlatul Ulama melalui Gerakan Pemuda Ansor.”»

KH. Abdul Basit juga mengingatkan bahwa nama Ansor berarti penolong, sebagaimana keteladanan kaum Anshar pada masa Rasulullah SAW yang dengan tulus menolong, melindungi, dan berkorban demi perjuangan Islam. Oleh karena itu, setiap kader GP Ansor hendaknya meneladani semangat tersebut dengan menjadi penolong bagi umat dan masyarakat, hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu siapa pun yang membutuhkan, serta menjadi pelopor dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan sehingga keberadaan GP Ansor benar-benar membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Prosesi pembacaan baiat dipandu oleh Edy Rosadi, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar. Dengan penuh khidmat, seluruh peserta mengikuti dan mengucapkan ikrar baiat sebagai bentuk kesiapan menjadi kader GP Ansor yang loyal, militan, berintegritas, serta siap mengemban amanah organisasi di tengah masyarakat.

Menutup rangkaian kegiatan, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Beruntung Baru, Mesrani, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan PKD Angkatan Perdana. Ia menjelaskan bahwa peserta berasal dari perwakilan desa-desa di Kecamatan Beruntung Baru serta utusan dari PAC GP Ansor Kecamatan Gambut dan PAC GP Ansor Kecamatan Tatah Makmur.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi, menyerahkan bantuan berupa 10 stel seragam PDL Banser kepada PAC GP Ansor Kecamatan Beruntung Baru sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi dan kesiapan kader Banser. Selain itu, Edy Rosadi juga menyerahkan poster Guru Tuha KH. Abdul Qadir Hasan, ulama kharismatik sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama yang dikenal sebagai pendiri NU pertama di luar Pulau Jawa, tepatnya di Martapura, kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Poster tersebut diharapkan dipasang di sekretariat PAC GP Ansor Kecamatan Beruntung Baru sebagai pengingat akan sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama serta untuk menumbuhkan kecintaan kader terhadap para ulama pendahulu yang telah meletakkan dasar perjuangan NU di Kalimantan Selatan.

Kegiatan pembukaan PKD Angkatan 1 turut dihadiri oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tatah Makmur, Nasrullah, dan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gambut, Aulia Rahman, sebagai bentuk dukungan terhadap kaderisasi serta mempererat soliditas antarpengurus GP Ansor di Kabupaten Banjar.

Dengan berakhirnya rangkaian PKD Angkatan Perdana ini, PAC GP Ansor Kecamatan Beruntung Baru optimistis para kader yang telah dibaiat akan menjadi penggerak organisasi di tingkat desa, menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama dengan semangat mahabbah, pengabdian, dan istiqamah dalam berkhidmat kepada umat, bangsa, dan negara.

Editor : Ahmad Mursyidi