
Sumber: tim dok iaid
Albanjari.com, Martapura – Dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram dan meneladani semangat kepedulian sosial di Hari Asyura, Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PK IPNU) Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura Kabupaten Banjar mengadakan kegiatan pembagian bubur dan es buah secara gratis kepada masyarakat sekitar kampus dan warga sekitar IAI Darussalam Martapura.
Kegiatan ini dalam rangka asyura time atau 10 Muharram yang dilaksanakan Minggu, (6/7/2025) bertempat di Irigasi Sekumpul, Mesjid Pancasila Simpang Empat Lampu Merah Sekumpul dan sekitar kampus pukul 16.00 Wita setelah asyar.
Ketua PK IPNU IAID Kab. Banjar, Romi Rahaf menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semangat kepedulian sosial serta keinginan bersama PK IPNU IPPNU IAI Darussalam Martapura untuk hadir ditengah masyarakat memberikan kontribusi positif, terutama dalam upaya melestarikan budaya atau tradisi masyarakat Banjar yang sarat akan makna spiritual dan sosial yang telah disepakati bersama menjadi program dalam rapat kerja yang telah dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan pada Ahad, 15 Juni 2025 lalu.
“Sasaran utama kami adalah masyarakat sekitar kampus, para pedagang kecil, santri, tukang becak, serta siapa saja yang melintas atau berada di area pembagian. Tujuannya agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat umum tanpa memandang latar belakang,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur menyambut bulan Muharrram yang memiliki nilai historis dan spritual tinggi dalam Islam.
“Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah, salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi dalam Islam,” katanya.

Kemudian Ia juga membeberkan beberapa peristiwa penting dalam bulan ini di antaranya adalah waktu diterimanya tobat Nabi Adam as., berlabuhnya dengan selamat kapal Nabi Nuh as. di bukit Zuhdi, selamatnya Nabi Ibrahim as. dari siksa Raja Namrud, keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan yang melahapnya, dan disembuhkannya Nabi Ayyub dari penyakitnya. (Sebagaimana disebutkan oleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zakky Mubarok dalam artikelnya berjudul _Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram_)
Secara khusus, kegiatan ini juga berkaitan dengan Hari Asyura (10 Muharram), yang dikenal sebagai hari penuh keberkahan, di mana umat Islam dianjurkan untuk berbagi dan memperbanyak amal kebaikan, terutama berpuasa yang biasa dikenal dengan Puasa Sunnah ‘Asyura (10 Muharram).
“Pada kegiatan ini, kami menyiapkan dan membagikan sekitar 300 porsi bubur dan es buah. Jumlah ini disesuaikan dengan kemampuan dan sumber daya yang kami miliki, dengan harapan dapat menjangkau sebanyak mungkin penerima manfaat,” katanya.
Proses persiapan diawali dengan penggalangan dana berupa infaq secara sukarela baik di internal dan eksternal, kemudian sebagian dana untuk kegiatan ini dari Kas IPNU IPPNU IAI Darussalam Martapura.
Selanjutnya, melakukan survei tempat mengolah bubur dan es buahnya. Alhamdulillah kami mendapatkan pinjaman tempat sukarela dari salah satu warga sekaligus pengurus Majelis Ta’lim yang dapurnya juga digunakan sebagai dapur Majelis Ta’lim Maulana Syarif Qasim (tempat pelaksanaan haul Syekh Samman Al Madani pada malam kamis yang lalu).
Sehari sebelum pelaksanaan dilanjutkan dengan persiapan membeli bahan-bahan untuk membuat bubur dan es buah. Kemudian pada pagi hari H sekitar pukul 08.30 WITA kami bergotong royong mulai mengolah semua bahan yang sudah disiapkan.
Sebelum dibagikan, akan dibacakan terlebih dahulu doa selamat dengan harapan kegiatan ini dan apa yang dibagikan diberikan keberkahan di dalamnya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi media pembelajaran karakter bagi anggota dan pengurus IPNU IPPNU, terutama dalam hal empati, kerja sama, dan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kami ingin agar kehadiran IPNU IPPNU dirasakan manfaatnya tidak hanya secara keorganisasian, tetapi juga secara sosial dan spiritual,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa respons masyarakat sangat positif. Mereka menyambut dengan hangat dan merasa terbantu. Banyak yang menyampaikan terima kasih dan mendoakan agar kegiatan ini terus berlanjut dan diberkahi oleh Allah SWT.
“InsyaAllah, kami berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan setiap bulan Muharram, dan bisa juga diadakan pada momentum keagamaan lainnya seperti Maulid Nabi atau bulan Ramadhan, tergantung pada kondisi dan dukungan yang tersedia,” harapnya.
Ia berharap momentum-momentum keagamaan seperti ini sebagai ajang menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian.
“Islam mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan, dan berbagi adalah salah satu bentuknya yang paling mulia,” pungkasnya.
“Kepada seluruh anggota dan pengurus IPNU IPPNU serta masyarakat, kami mengajak untuk terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan, karena sekecil apa pun kebaikan yang kita berikan, akan membawa manfaat besar bagi sesama.
خير الناس انفعهم للناس
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tutupnya.
Reporter : Ahmad Mursyidi






