IMG-20260203-WA0039

Kebakaran Ponpes Al Ihsany Desa Baliangin, Sambung Makmur Minggu, (2/2/2026) Siang (Foto : Istimewa)

Albanjari.com, Sambung Makmur – Musibah kebakaran melanda kompleks Asrama Tahfidz Putri Pondok Pesantren Al Ihsany, Desa Baliangin, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, pada Minggu (1/2/2026) siang.

Peristiwa tersebut menghanguskan seluruh bangunan asrama tahfidz putri beserta fasilitas pendukungnya. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pimpinan Ponpes Al Ihsany, Ustadz Khotibul Umam memaparkan awal mula kebakaran terjadi sekitar pukul 12.40 WITA, saat seluruh santri sedang melaksanakan salat Zuhur.

Tiba-tiba, asap tebal terlihat keluar dari bagian atap dapur di sisi barat gedung tahfidz. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke bangunan utama asrama.

“Para santri langsung berhamburan keluar, tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka. Yang terpenting saat itu adalah keselamatan jiwa,” ujar Rois Syuriah MWCNU Sambung Makmur ini.

Ia mengatakan bahwa berkat kesigapan para santri dan pengurus, api tidak merambat ke bangunan lain di sekitar kompleks pesantren. Dengan peralatan seadanya seperti ember dan gayung, para santri bahu-membahu mengambil air dari tempat penampungan dan menyiram titik-titik api. Upaya darurat tersebut cukup membantu menahan laju kebakaran sebelum bantuan datang.

Katanya sekitar satu jam kemudian, bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran tiba dari wilayah Sungkai dan Simpang Empat. Setelah proses pemadaman yang cukup panjang, api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 15.00 WITA.

Ia menjelaskan akibat kebakaran tersebut, seluruh bangunan kompleks asrama tahfidz putri hangus terbakar dan kini hanya menyisakan puing-puing. Kompleks tersebut terdiri dari kantor sekretariat, rumah guru, dapur, asrama santri, serta musala. Satu-satunya bangunan yang masih tersisa adalah kamar mandi.

“Yang terbakar adalah seluruh bangunan tahfidz putri, termasuk tempat tinggal guru dan musala. Semuanya habis,” jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa, Ustadz Khotibul membeberkan bahwa tercatat dua orang santri mengalami luka ringan akibat serpihan api. Keduanya telah mendapat penanganan dan kondisinya dinyatakan aman.

Menurutnya, kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meskipun secara detail masih dalam pendataan. Bangunan yang terbakar berukuran sekitar 9 x 50 meter, beserta seluruh isinya.

“Selain bangunan, yang ikut terbakar adalah lemari, dipan, kulkas, peralatan elektronik, sejumlah uang, kitab-kitab, buku pelajaran, serta pakaian para santri,” ungkapnya.

Katanya sebagian santri terpaksa pulang ke rumah orang tua, sementara sebagian lainnya tetap bertahan dan melanjutkan kegiatan dengan fasilitas yang tersedia.

Pasca kebakaran, Ustadz Khotibul menjelaskan bahwa aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Al Ihsany tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas. Untuk sementara, kegiatan santri dialihkan dengan meminjam gedung MI dan TPQ, serta memanfaatkan musala milik pengasuh pondok.

“Artinya kegiatan masih bisa berjalan, walaupun seadanya dan dengan keterbatasan fasilitas,” ungkapnya

Saat ini, Ustadz Khotibul mengatakan bahwa kebutuhan paling mendesak yang dihadapi pondok pesantren adalah rehabilitasi mental bagi santri dan pengurus yang mengalami trauma, serta renovasi bangunan karena tidak adanya tempat yang layak, khususnya untuk para guru dan pengurus yang tinggal di asrama.

Katanya musibah kebakaran ini mengundang keprihatinan mendalam dari masyarakat, terutama wali santri dan para alumni. Sejak kejadian, banyak pihak yang turut membantu proses evakuasi pascakebakaran dan membuka inisiatif donasi.

“Kekompakan alumni dan wali santri sangat terasa. Mereka bahu-membahu memadamkan api dan menyelamatkan sebagian barang yang masih bisa dievakuasi,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa bantuan juga datang dari BNPB Kabupaten Banjar berupa sembako, serta perhatian dari Bupati Banjar yang disampaikan melalui Camat Sambung Makmur.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihsany ini memandang musibah ini sebagai ujian dan peringatan dari Allah SWT. Mereka mengajak seluruh santri dan guru untuk tetap sabar, tawakal, dan tidak kehilangan semangat.

“Kami yakin ini ujian dari Allah. Mudah-mudahan kami diberi kesabaran dan Allah menggantinya dengan yang lebih baik dan lebih sempurna,” ungkapnya.

Saat ini, Kata beliau Pondok Pesantren Al Ihsany menaungi sekitar 800 santri, mulai dari jenjang TPQ, MI, MTs, MA, hingga Program Tahfidz.

Adapun penghuni asrama tahfidz yang terdampak langsung terdiri dari pimpinan/kordinator cabang (yang saat kejadian sedang berada di Jawa), tiga staf pengajar dan pengurus, 52 santri putra-putri aktif, tujuh peserta LPD, serta sejumlah guru dan pengurus lainnya

“Kepada masyarakat, kami mohon doa dan dukungan agar kami tetap semangat menjalankan amanah pendidikan ini,” pungkasnya.

Reporter : Ahmad Mursyidi

Editor : Ahmad Mursyidi