IMG-20260502-WA0052

GP Ansor Rapat di Cafe Harmoni Martapura

Albanjari.com, Martapura – Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Banjar menyampaikan seruan penting terkait pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Pendidikan dinilai sebagai kunci utama kemajuan bangsa dan negara ini.

Oleh karena itu, PC GP Ansor Kabupaten Banjar berharap seluruh siswa, tanpa terkecuali, mendapatkan perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah daerah agar dapat melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Hal ini disampaikan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi Sabtu, (2/5/2026) Cafe Harmoni, Martapura.

Ia menyampaikan bahwa masih banyak putera-puteri daerah yang memiliki semangat tinggi untuk kuliah, namun terhalang oleh keterbatasan ekonomi.

“Harapan sederhana dari mereka adalah bisa melanjutkan pendidikan hingga bangku kuliah. Namun kondisi ekonomi sering menjadi penghambat utama,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Ia juga mengungkapkan pengalaman yang ditemui sepanjang bulan ini. Setidaknya terdapat dua anak dari anggota Banser warga Martapura yang terhambat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan untuk melamar pekerjaan karena ijazah mereka masih tertahan di dua SMK di Martapura akibat tunggakan biaya sekolah.

“Selama tiga tahun mereka belum mampu melunasi tunggakan dan pembayaran lainnya. Padahal keinginan mereka sangat kuat untuk kuliah sambil bekerja. Namun terhambat karena ijazah belum bisa diambil,” jelasnya.

Selain itu, terdapat seorang perempuan warga Kecamatan Mataraman yang saat itu belum mampu menebus ijazahnya karena keterbatasan ekonomi, sehingga turut menghambat langkahnya untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.

Lebih jauh, ia meyakini bahwa kasus serupa bukan hanya terjadi pada beberapa orang saja.

“Kami yakin masih banyak siswa-siswi yang ijazahnya tertahan. Ini perlu dicek dan didata secara menyeluruh di setiap sekolah, dari berbagai tingkatan, agar bisa dicarikan solusi bersama,” tegasnya.

Ia juga berharap adanya langkah strategis agar seluruh siswa di Kabupaten Banjar memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Harapan kami, bagaimana caranya agar semua siswa Kabupaten Banjar bisa kuliah, tanpa terkendala biaya maupun persoalan administratif,” tambahnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah diharapkan dapat hadir dengan langkah konkret, seperti program beasiswa, bantuan pendidikan, fasilitasi penyelesaian tunggakan, serta pendataan aktif terhadap siswa yang membutuhkan.

“Perlu langkah jemput bola untuk menyapa langsung, mendatangi, mengecek, dan mendata siswa yang benar-benar membutuhkan perhatian,” lanjutnya.

Menurutnya, perhatian terhadap generasi muda hari ini sangat menentukan masa depan daerah. Sebagaimana ungkapan Arab yang disampaikan dalam pernyataan tersebut:

شَبَابُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِ

(Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan).

Lebih lanjut, PC GP Ansor juga mengingatkan pentingnya keberpihakan kepada kelompok lemah, sebagaimana sabda Rasulullah

«ابْغُونِي فِي الضُّعَفَاءِ مِنْكُمْ، فَإِنَّمَا تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُمْ» (رواه أبو داود)

Artinya :“Carilah aku di tengah orang-orang lemah di antara kalian. Sesungguhnya kalian diberi rezeki dan ditolong karena orang-orang lemah di antara kalian.” (HR. Abu Dawud).

Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, PC GP Ansor Kabupaten Banjar berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan.

“Bisa jadi, dari tangan mereka yang hari ini membutuhkan bantuan, akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang memajukan Kabupaten Banjar,” harapnya.

Sebagai penutup, ia juga menyampaikan harapan dan doa kepada para pemimpin daerah serta pihak-pihak terkait, khususnya di sektor pendidikan agar diberikan kemudahan dan kepekaan dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kurang mampu.

“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan petunjuk kepada para pemimpin daerah untuk menghadirkan solusi nyata, sehingga anak-anak kita tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Ia juga berharap, semoga setiap langkah dalam mendukung pendidikan dan membantu sesama menjadi amal ibadah. Insya Allah, wabihaulillah wabiquwwatih.


Editor : Ahmad Mursyidi