wajah-baru-kantor-pbnu-9

Ruang PBNU (Foto : Google)

Albanjari.com, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar rapat pleno untuk menentukan lokasi pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada Kamis, 21 Mei 2026. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menyampaikan bahwa hingga kini PBNU masih belum menetapkan lokasi Munas-Konbes maupun tempat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, keputusan tersebut akan dibahas bersama dalam forum pleno PBNU.

“Insyaallah kita akan mendiskusikan itu. Munas-Konbes akan dilaksanakan di tempat yang paling baik,” ujar Gus Ulil di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Selasa (19/5/2026).

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah telah mengajukan diri sebagai tuan rumah Munas-Konbes NU.

Beberapa daerah tersebut di antaranya Jakarta, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Menurut Gus Yahya, penentuan lokasi akan dilakukan melalui mekanisme musyawarah khas NU dengan melibatkan para masyayikh dan sesepuh kiai.

“Kita akan putuskan dengan cara NU, artinya dengan wisdom para sepuh kiai,” katanya.

Selain lokasi Munas-Konbes, PBNU juga masih membahas waktu pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Terdapat usulan agar Muktamar digelar pada Agustus 2026, namun keputusan final masih menunggu hasil pembicaraan bersama para ulama dan sesepuh.

Gus Yahya menegaskan bahwa Muktamar NU harus dijaga dari kepentingan politik praktis. Menurutnya, forum tertinggi organisasi itu tidak boleh dijadikan sarana batu loncatan politik kelompok tertentu.

“Maka tentu saja kita akan upayakan bahwa Muktamar ini tidak menjadi ajang semacam batu loncatan,” tegasnya.

Sebelumnya, PBNU juga telah menyampaikan bahwa pelaksanaan Munas-Konbes NU direncanakan berlangsung pada tahun 2026, sementara Muktamar ke-35 NU diperkirakan digelar pada Juli atau Agustus 2026 setelah melalui musyawarah para kiai dan pengurus NU di berbagai tingkatan. Sumber: NU Online

Penulis : Ahmad Mursyidi