
Latin 1 PC IPNU Kabupaten Banjar Kamis-Minggu, (12-15/2/2026) di Gedung NU Kabupaten Banjar
Albanjari.com – Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Banjar gelar Latihan Instruktur (Latin) 1 di Gedung NU Banjar Aula Guru Tuha selama empat hari Kamis-Minggu, (12-15/2/2026)
Kegiatan ini mengusung tema “Instruktur Progresif, Kader Transformatif dan Organisasi Adaptif”
Ketua Pelaksana, Maulana Ahmad Al Kautsar menjelaskan makna dari tema tersebut yaitu instruktur adalah orang atau kader yang mengawal organisasi.
“Yang pertama Instruktur progresif itu adalah orang atau kader yang mengawal organisasi. Jadi, instruktur ini adalah tugas yang mulia bertugas menjaga organisasi,” terangnya
Lebih lanjut, Maulana mengutip apa yang dikatakan oleh Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya bahwa siapa yang menjaga organisasi maka dia menjaga keamanan dan merupakan tugas mulia untuk merawat peradaban.
“Instruktur progresif yaitu instruktur yang tidak hanya kuat secara ideologis,
tapi juga mampu membaca arti perubahan dan beradaptasi dengan jaman atau mampu bertransformatif. Karena kita menghadapi berbagai macam dinamika. Jadi dinamika kita bersaing dengan organisasi lain dan berdinamika dengan teknologi,” jelasnya
Lalu yang kedua itu katanya kader transformatif, yaitu kader yang mampu menjadi agen perubahan, sebagai pelaku perubahan dan mampu memberi perubahan bukan hanya mengisi perubahan tersebut.
“Yang mana, seperti kita ketahui di zaman sekarang ini, nilai-nilai keislaman cukup luntur dikalangan pelajar atau mahasiswa, maka disinilah peran kita untuk menguatkan lagi ideologi Ahlussunnah wal Jamaah,” tuturnya
Menurutnya, seorang kader selain harus bisa bertransformatif dan beradaptasi jaman juga bisa berdakwah dengan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah.
“Kita bisa berdakwah dengan berbagai macam cara salah satunya melalui sosial media. Itulah tuntutan kita untuk bertransformatif sebagai kader IPNU saat ini” tegasnya
Lalu yang terakhir katanya membangun organisasi adaptif yaitu organisasi yang tidak takut artinya selalu ada inovasi baru, melahirkan ide-ide baru. Yang mana ini dapat menjadi daya tarik untuk masyarakat dan orang-orang baru.
“Maka dari itu kami angkat tema ini agar kiranya instruktur dapat menyesuaikan dan dapat kader-kader yang bertransformatif
dan beradaptasi dengan jaman serta juga membangun organisasi yang adaptif bagi semua orang,” tutupnya
Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Banjar, Muhammad Arsyad Al Asy’arie mengatakan Latihan Instruktur PC IPNU Kabupaten Banjar ini bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban program kerja, melainkan untuk menunaikan mandat sejarah demi keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama.
“Latihan Instruktur adalah kawah candradimuka. Di sinilah tempat penempaan mental, ruang pendewasaan berpikir, dan ladang refleksi ideologis,” katanya.
Menurutnya, instruktur adalah arsitek kaderisasi maka di tangan merekalah corak, warna, dan karakter kader-kader IPNU Kabupaten Banjar di masa depan akan ditentukan.
“Tema yang kita usung, “Instruktur Progresif, Kader Transformatif dan Organisasi Adaptif”, bukanlah sekadar rangkaian kata tanpa makna. Ini adalah kompas gerak kita,” jelasnya
Ia juga membeberkan makna tema tersebut secara terperinci berikut ini
1. Instruktur Progresif: Kita butuh penggerak yang tidak alergi pada perubahan. Instruktur yang berani keluar dari zona nyaman rutinitas dan memiliki kecakapan literasi serta teknologi, namun tetap teguh memegang prinsip Al-Muhafadzatu ‘ala qadimis shalih wal akhdu bil jadidil ashlah.
2. Kader Transformatif: Dari tangan instruktur yang berkualitas akan lahir kader yang mampu melakukan lompatan perubahan (transformasi). Kader yang kehadirannya menjadi solusi, bukan beban bagi organisasi.
3. Organisasi Adaptif: Dengan kader yang cakap, IPNU akan tumbuh menjadi organisasi yang lincah, responsif terhadap dinamika zaman, namun tetap kokoh dalam bingkai ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah.
Namun, di atas semua katanya teori progresivitas itu, ada satu peringatan fundamental dari pujangga besar Abul Aswad ad-Du’ali yang harus kita camkan baik-baik:
يَا أَيُّهَا الرَّجُلُ الْمُعَلِّمُ غَيْرَهُ … هَلَّا لِنَفْسِكَ كَانَ ذَا التَّعْلِيمِ
تَصِفُ الدَّوَاءَ لِذِي السِّقَامِ وَذِي الضَّنَى … كَيْمَا يَصِحَّ بِهِ وَأَنْتَ سَقِيمُ
Artinya: “Wahai orang yang mengajari orang lain, mengapa engkau tidak mengajari dirimu sendiri terlebih dahulu? Engkau sibuk meresepkan obat bagi yang sakit dan lemah agar mereka sembuh, sementara engkau sendiri sedang mengidap penyakit yang sama.”
“Nasihat ini adalah tamparan sekaligus cermin bagi kita. Sebelum kita membentuk watak kader, bentuklah terlebih dahulu watak diri kita. Sebelum kita bicara tentang kedisiplinan kepada anggota, disiplinkanlah diri kita. Integritas adalah mahkota tertinggi seorang instruktur. Tanpa keteladanan (uswah), kata-kata kita hanya akan menjadi angin lalu yang tidak menggetarkan jiwa,” jelasnya
Ia berharap melalui Latihan Instruktur ini, lahir para muharrik (penggerak) yang matang secara spiritual, kuat secara ideologis, dan visioner dalam tindakan.
“PC IPNU Kabupaten Banjar menaruh harapan besar di pundak kalian semua untuk menjaga kualitas kaderisasi agar terus melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan di Bumi Barakat ini,” harapnya.
Kemudian, Ketua Pengurus Wilayah (PW) IPNU Kalsel, Ahmad Syarif Hidayat menyampaikan bahwa Latihan Instruktur ini merupakan latihan yang penting.
“Jadi instruktur itu tidak mudah, tadi sudah dibacakan oleh rekan Arsyad, jadi guru dan sebagainya. Tapi dalam hal ini, kita ambil contoh. Buhan pian saat ini mungkin duduk sebagai peserta, dua tiga tahun yang akan datang, bisa jadi buhan pian yang akan berdiri di hadapan para peserta,” kisahnya

Di hadiri oleh 50 orang dari beberapa instansi yaitu PW IPNU Kalsel , DKW CBP IPNU KALSEL, PC NU Banjar, PC IPPNU Banjar, Dan seluruh PAC IPNU se Kabupaten Banjar.
Editor : Ahmad Mursyidi






