Juli 20, 2024
PK IPNU dan IPPNU Darussalam, d RTH Kompas Manis,foto-Istimewa

PK IPNU dan IPPNU Darussalam, d RTH Kompas Manis,foto-Istimewa

ALBANJARI.COM, MARTAPURA – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Darussalam menggelar pelatihan public speaking bertempat di lapangan RTH Kompas Manis, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar pada Jumat, (16/9).

Ketua PK IPNU Darussalam, Alghifari menuturkan kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih soft skill para anggota PK IPNU dan IPPNU Darussalam di bidang public speaking.

“Kegiatan ini diadakan untuk melatih potensi tersembunyi dari anggota PK IPNU dan IPPNU, karena banyak yang ikut organisasi, tapi masih malu-malu berbicara di depan umum,” ujarnya.

Alghifari mengatakan peserta kegiatan ini tidak hanya anggota komisariat saja, tetapi juga ada perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Martapura Kota dan Kecamatan Pengaron.

“Acara ekslusif, jadi peserta hanya 30 orang saja,” katanya kepada kru Albanjari.com.

Kegiatan pelatihan public speaking tersebut menghadirkan pemateri dari tim instruktur Pengurus Wilayah IPNU Kalimantan Selatan, yang juga menjadi direktur LKPT PW IPNU Kalimantan Selatan, Muhammad Yamin.

Dia berharap, dengan adanya pelatihan ini semoga para  peserta memotivasi teman-temannya untuk terus mengasah potensi tersembunyi dirinya.

Nur Syifa, peserta pelatihan publik speaking ini mengatakan kegiatan ini sangat bagus, terutama untuk berorganisasi dan berbaur di masyarakat.

Ketua Pengurus Cabang IPNU Kabupaten Banjar, Abdul Muiz mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PK IPNU dan IPPNU Darussalam ini.

“Semoga bisa ditiru di Pimpinan Anak Cabang yang lain untuk mengadakan kegiatan ini juga, jadi luar biasa lah PK ini mengadakan kegiatan,” ucap Abdul Muiz.

Pemateri kegiatan, Muhammad Yamin menuturkan bukan apresiasi yang kita harap ketika bisa ‘publik speaking’, tetapi bagaimana cara apa yang kita sampaikan mudah ditangkap dan dipahami oleh audiens.

“Ini hal dasar, kita harus mencintai proses,” pungkasnya.

Reporter: Anwar Syarif

Editor: Muhammad Abdillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *