Desember 7, 2023
Pameran Hari Santri 2022

Koordinator Pameran Hari Santri 2022, H Haderiyanadi berkunjung ke salah satu stand pesantren. Foto-Albanjari.com.

ALBANJARI.COM, MARTAPURA – Pameran pondok pesantren pada Hari Santri Nasional 2022 di Kabupaten Banjar berakhir Selasa (25/10) malam ini. Dari evaluasi koordinator yang bertugas, stand-stand yang mengikuti pameran tersebut dinilai belum maksimal.

Koordinator pameran pondok pesantren, H. Haderiyanadi mengatakan pameran stand pondok pesantren secara keseluruhan belum masuk kriteria pameran.

“Kemungkinan mereka belum siap dengan waktu yang terlalu singkat dan bahan yang dipamerkan masih minim,” katanya.

Selain itu, kesiapan sumber daya pengelola pameran dinilai belum menguasai materi.

“Sebagai contoh ada yang lokasinya bagus, tetapi tidak bisa menarik perhatian tamu atau pengunjung untuk berkunjung,” ujarnya.

Semestinya, kata H. Haderiyanadi, pameran itu isinya kesesuaian tema yang dipamerkan. Itu yang paling dominan. Jenis yang dipamerkan pun harus banyak dan bervariasi.

“Yang sifatnya keindahan atau dekorasi masih belum pas dengan tema kegiatan,” ucapnya.

H. Haderiayanadi menuturkan, ada beberapa hal yang menarik minat pengunjung yaitu:
1. Keramahan menerima tamu
2. kompetensi penyaji
3. Kedisiplinan dalam membuka dan menutup stand.

“Semestinya ada atau tidak ada pengunjung tetap buka dari pukul 08.00 sampai 18.00 Wita, disambung pukul 19.30 sampai 23.00 Wita,” tuturnya.

Saran untuk panitia maupun peserta pameran pondok pesantren.

1. Saran untuk panitia, seyogyanya panitia memberikan informasi pelaksanaan kegiatan jauh-jauh hari agar para peserta dapat bersiap.

2. Peserta pameran itu terlebih dahulu diberi arahan apa-apa yang harus disiapkan dengan kesesuaian penilaian dewan juri.

3. Bagi kita sudah dianggap maksimal dalam keterbatasan, salah satunya lapangan becek.

4. Persaingan antar stand masih rendah, karena stand banyak yang kosong.

Saat berkunjung, kata H. Haderiyanadi, dirinya selalu memberikan saran-saran kepada pengunjung.

“Aku selalu memberikan saran dan perbaikan kepada stand pondok yang dikunjungi, agar ke depan bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Pameran pondok pesantren diikuti oleh 6 pondok pesantren dari Kabupaten Banjar dan Banjarbaru, beberapa organisasi dan ada juga dari Kementrian Agama Kabupaten Banjar.

Pameran pondok pesantren berlangsung selama 4 hari, dari Tanggal 22 – 25 Oktober 2022 bertempat di Alun-alun Ratu Zalecha Martapura.

Reporter: Rohmiah
Editor: Muhammad Bulkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *