
Sesi pelantikan pengurus PCNU Banjar 2025-2030
Albanjari.com, Martapura – Suasana khidmat menyelimuti Aula Guru Tuha, Gedung PCNU Kabupaten Banjar, Kamis pagi, 10 Juli 2025. Di tengah semilir angin musim kemarau yang menyapa lembut, puluhan tokoh agama, kader Nahdlatul Ulama, serta tamu undangan hadir menyaksikan momen penting yaitu pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar masa khidmat 2025–2030, yang dirangkai dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).
Sebelum memasuki lantai utama (lantai tiga) dilantai dua berjejer meja lengkap dengan kertas dan polpen tempat registrasi peserta dan tamu kemudian disampingnya Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) buka praktek cek kesehatan gratis bagi peserta dan tamu seperti cek gula darah, asam urat dan kolesterol.
Ruang utama lantai tiga di atas tampak indah dengan nuansa hijau di samping-samping spanduk yang bertuliskan tema “Bangun Kesepahaman, Kebersamaan, dan Tingkatkan Daya Juang untuk Kebangkitan NU,” serta dinding-dinding putih disetiap sudut ruangan kesemuanya menggambarkan warna khas NU yaitu hijau dan putih yang menenangkan pandangan.

Ketua PCNU Kabupaten Banjar yang baru dilantik menyampaikan pidato arahannya dengan nada tegas namun penuh kesejukan. Ia menekankan pentingnya kesepahaman, kebersamaan dan tingkatkan daya juang untuk kebangkitan NU.

“Dengan adanya kesepahaman bersama ini paling tidak, kita tahu apa misi, visi, dan nilai manhaj kita, bagaimana mekanisme etika kita dalam berorganisasi, karena tanpa ini kita khawatir akan terjadi tumpang tindih dalam perjalanan berorganisasi,” katanya
Ia mengatakan begitu juga dengan kebersamaan NU tidak hanya dilahirkan oleh tokoh-tokoh besar semata tapi dengan adanya kebersamaan dan kekompakan diantara kiai, santri, dan umat diharapkan dapat saling melengkapi dan menunjang agar kegiatan-kegiatan ke depan lancar sebagaimana yang diharapkan.
Pelantikan kali ini, PCNU Banjar menghadirkan dua perwakilan dari PBNU sebagai pelantik, yaitu Kyai Miftah Faqih (Ketua PBNU) dan Kyai Nurul Yaqin (Katib Syuriah PBNU), juga dihadiri oleh Ketua PWNU Kalsel, Kyai Tambrin beserta jajaran pengurus wilayah.

Usai pelantikan, suasana beralih ke forum muskercab yang terbagi 3 komisi yaitu komisi satu membahas tentang organisasi, komisi dua tentang program kerja dan komisi tiga bahtsul masail membahas tentang: (maruyan) yang berada di ruang terpisah.
Dalam muskercab komisi 3 Lembaga Bahtsul Masail NU (LBM) PCNU Kab.Banjar terlihat kaum hawa duduk sebagai peserta yang merupakan perdana keikutsertaan mereka di Kabupaten Banjar bahkan Kalsel sendiri.
Pelantikan dan Muskercab ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum awal kepengurusan baru NU di Kabupaten Banjar. Di balik khidmat dan semangat yang terpancar, tersimpan tekad besar: menjadikan NU sebagai rumah besar umat yang menyejukkan, mencerdaskan, dan membimbing dengan akhlak serta ilmu.
Reporter: Ahmad Mursyidi Editor: Muhammad Fahrie






