IMG_9097

Foto istimewa

Albanjari.com, Banjarbaru –  Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Kalimantan Selatan laksanakan Latihan Kader Utama (Lakut) dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan menyiapkan kader pemimpin serta membibit intelektual pelajar nahdliyyin.

Bertempat di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, kaderisasi tertinggi IPPNU itu dilaksanakan selama tiga hari dari kamis sampai ahad, 17-20 juli 2025. Sebanyak 35 rekanita tergabung dalam pelatihan tersebut yang berasal dari berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan.

Selain untuk menyiapkan kader pemimpin, Lakut yang dilaksanakan IPPNU kalsel ini juga bertujuan untuk menyempurnakan tri kaderisasi wajib di tubuh pelajar putri NU yaitu masa kesetiaan anggota (Makesta) jenjang pertama, latihan kader muda (Lakmud) jenjang kedua dan latihan kader utama (Lakut) sebagai jenjang terakhir dan tertinggi.

Mengambil tema: “Membangun Militansi Kader IPPNU Yang Kritis Dalam Berpikir, Tangguh Dalam Bertindak, dan Kokoh Dalam Nilai Aswaja” para peserta mendapatkan 13 materi penting selama pelatihan berlangsung sebagai bekal untuk mengaplikasikan paradigma kaderisasi IPPNU dan mengokohkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyyah.

Materi-materi yang akan didapatkan calon “kader utama” itu ada 13 materi penting mulai dari ke NU an, ke Aswajaan, ke IPPNUan, ke Indonesia an, Gender, Advokasi Kebijakan Publik, Manajemen Program, Analisis dan Gerakan Sosial, Manajemen Keuangan, Studi Ideologi Dunia, Media Dakwah Pelajar, Lobbying and Networking Strategis, dan Leadership. Semua materi itu dipersembahkan oleh narasumber profesional di bidangnya masing-masing.

Baca juga: Gebrakan Kaderisasi IPPNU: PW IPPNU Kalsel Akan Selenggarakan Latihan Kader Utama (Lakut)

Wakil Ketua IPPNU Kalsel bidang PPPSDM, rekanita Rizqa Fitria, mengatakan bahwa Lakut ini bukan hanya sekedar acara formalitas organisasi, melainkan sebagai momentum penting bagi kaderisasi IPPNU di kalsel.

“Lakut ini sebagai milestone, tonggak penting bagi kaderisasi IPPNU di kalsel. Kita ingin memastikan bahwa kaderisasi kita tidak mandek di jenjang dasar atau menengah. Sudah seharusnya IPPNU Kalsel punya kader utama yang siap bergerak, berpikir strategis dan punya kapasitas memimpin.” Katanya.

Rizqa juga menambahkan bahwa IPPNU bukan organisasi yang besar secara kuantitas, tapi bagaimana kualitas kadernya dibentuk secara berjenjang.

“Karena IPPNU bukan organisasi yang besar jumlahnya, tapi juga bagaimana kualitas kader kualitas kadernya dibentuk secara berjenjang. Dan ini jadi bukti keseriusan kami dalam membentuk kader-kader utama, sesuai dengn 9 citra diri IPPNU.” Tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua IPPNU Kalsel, rekanita Zahratunnaimah, menyebutkan dalam sambutannya bahwa IPPNU bukan sekedar konkow-konkow saja, IPPNU adalah tempat untuk menempa diri, belajar dan berjuang.

“IPPNU bukan sekedar organisasi biasa, IPPNU adalah tempat bertumbuh, tempat pulang, tempat belajar dan berjuang, IPPNU adalah segalanya, di sini kita belajar bicara, belajar berpikir dan belajar mengambil keputusan,” Tegasnya.

Ketua IPPNU Kalsel sedang menyampaikan sambutannya

Ketua IPPNU yang akrab di sapa “neem” itu juga menyampaikan harapannya agar rekanita yang berhasil menyelesaikan Lakut nanti menjadi kader pemimpin yang siap membawa nilai-nilai Aswaja Annahdliyyah.

“Saya yakin para peserta ketika selesai Lakut nanti mampu membawa dan memimpin organisasi ini sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyyah, bukan hanya untuk hari ini tetapi untuk masa depan IPPNU dan NU di banua kita,” Tutupnya.

Selain itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP IPPNU) memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada IPPNU Kalsel yang sudah melaksanakan Lakut, pasalnya kaderisasi adalah ruh nya organisasi, tanpa adanya kaderisasi IPPNU hanyalah kerangka tanpa isi.

Dengan di tabuhnya rebana bersama PWNU Kalsel, Staf Ahli Gubernur, PP IPPNU serta PW IPPNU Kalsel sebagai tanda di bukanya acara Lakut secara resmi.

Penabuhan rebana, tanda di bukanya acara secara resmi

Setelah break, kegiatan disambung dengan penyampaian materi pertama oleh Sekretaris PWNU Kalsel, Harunurrasyid, M.Pd.


Reporter: Muhammad Fahrie