Potret-KH-Muhammad-Abdurrahman-Al-Kautsar-atau-Gus-Kautsar-83457270

Gus Kautsar/Foto SC: banyuwangi.jatimnetwork.com

Albanjari.com, Tanah Bumbu – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Tanfidziah PCNU Tanah Bumbu, Zaki Yamani, dalam rangkaian kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj sekaligus Peresmian Gedung NU Tanah yang turut dihadiri ulama nasional, Gus Kautsar.

Zaki Yamani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu atas dukungan nyata terhadap NU, khususnya melalui bantuan hibah pembangunan kantor PCNU.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Alhamdulillah, NU Tanah Bumbu kini memiliki kantor sendiri,” ujar Zaki pada Rabu, (24/12/25) siang di Pendopo Serambi Madinah, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Ia menegaskan, berdirinya kantor PCNU tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus ruang pengabdian NU bagi masyarakat.

“Kami juga berterima kasih atas dana hibah dari pemerintah daerah sehingga kantor NU bisa dibangun. Ke depan, kami mohon arahan Bapak Bupati agar NU dan pemerintah dapat terus bersinergi demi kemajuan Kabupaten Tanah Bumbu,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu yang mewakili sambutan Bupati menyampaikan penghargaan atas kehadiran Gus Kautsar serta menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Tanah Bumbu, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Gus Kautsar,” ujar Sekda.

“Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu senantiasa berkomitmen membangun dan merawat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin,” lanjutnya.

Dalam tausiyahnya, Gus Kautsar menilai Kalimantan Selatan sebagai wilayah yang memiliki kekhasan dan keistimewaan tersendiri, terutama dalam aspek spiritual dan tradisi keagamaannya.

“Kalimantan Selatan adalah wilayah yang sangat istimewa dan menarik, terutama dari sisi ubudiyahnya,” kata Gus Kautsar.

Ia juga menyebut keberkahan para ulama besar Banua, khususnya Guru Sekumpul, sebagai kekuatan spiritual yang terus mengalir bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan keberkahan dan karomah beliau menyertai kita semua,” ujarnya.

Gus Kautsar menekankan pentingnya keteladanan dalam mencintai ulama. Menurutnya, cinta sejati bukan hanya pada figur, tetapi juga pada nilai dan amalan yang diwariskan.

“Siapa pun yang mencintai seseorang, maka dia akan belajar memahami, meneladani, dan mengamalkan apa yang diajarkan,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya kekompakan di tubuh Nahdlatul Ulama serta hubungan harmonis antara ulama dan pejabat.

“Jika ulama dan para pejabat sama-sama baik, maka masyarakat akan baik-baik saja,” tegasnya.

Mengutip pandangan Imam Ath-Thabari, Gus Kautsar menyebut ada empat pilar yang menentukan keamanan dan keberkahan suatu daerah: kaum cendekiawan, pemerintah yang adil, sesepuh yang mengutamakan pendidikan agama, serta perempuan yang menjaga kehormatan diri.

Di akhir tausiyah, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mendoakan pemimpin, baik dalam kondisi kepemimpinan yang ideal maupun sebaliknya.

“Kewajiban kita sebagai rakyat adalah mendoakan pemimpin. Jangan mudah mencaci, karena doa buruk kepada pemerintah akan kembali kepada masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Anwar Syarif