Oplus_131072

Tim medis sedang memeriksa bayi (foto: istimewa)

Albanjari.com, Martapura – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Kecamatan Martapura bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai seorang bayi yang mengalami sakit muntaber sejak malam Senin. Bayi tersebut merupakan anak dari seorang ibu berinisial SW, warga Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura.

Informasi mengenai kondisi tersebut pertama kali diterima melalui grup Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KB NU) Kabupaten Banjar. Setelah menerima laporan tersebut, Camat Martapura Fahrian Rahman langsung mengeluarkan perintah agar dilakukan langkah cepat untuk membantu warga yang membutuhkan penanganan medis berkoordinasi dengan Asisten 2 Setda Banjar, Ikhwansyah.

Menindaklanjuti perintah tersebut, Sekretaris Camat (Sekcam) Martapura, Gusti Marhusin, langsung turun ke lapangan dan mendatangi lokasi keluarga tersebut di Gang Penghulu, Kelurahan Sekumpul. Pada kesempatan itu, turut mendampingi Edy Rosadi selaku Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar.

Bayi yang mengalami sakit muntaber tersebut kemudian diantar menuju RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan penanganan medis di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Setelah dilakukan pemasangan infus, kondisi bayi mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Pihak rumah sakit juga melakukan pengambilan sampel darah guna memastikan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur medis.

Ibu bayi yang berinisial SW menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan respons cepat yang dilakukan oleh Pihak Kecamatan Martapura yang membantu hingga anaknya mendapatkan penanganan medis dengan segera.

Sementara itu, Camat Martapura melalui Sekretarisnya Gusti Marhusin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bergerak bersama membantu warga.
“Terima kasih atas kebersamaan kita. Semoga kita selalu saling support, saling sokong, dan terus berkhidmah untuk umat,” ujarnya.

Langkah cepat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan perhatian segera.

Editor : Ahmad Mursyidi