Oplus_131072

Suasana Rapat Pleno PCNU Banjar tahun 2026 di Aula Guru Tuha

Albanjari.com, Martapura – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar menggelar Rapat Pleno Tahun 2026 pada Hari Sabtu, (18/4/2026). Pleno tersebut berlangsung di Aula Guru Tuha Kantor PCNU Kabupaten Banjar.

Rapat Pleno merupakan forum tertinggi di NU tingkat cabang setelah konferensi. Secara umum, Rapat Pleno membahas untuk mengambil keputusan dan menentukan arah kebijakan. Biasanya, Pleno diselenggarakan untuk menindak lanjuti hasil Konferensi atau Musyawarah Kerja (Musker).

Bukan hanya itu, Pleno PCNU Banjar ini sekaligus rapat tahunan. Adapun agenda yang dibahas mencakup laporan kegiatan tahun sebelumnya dan penyampaian program untuk satu tahun mendatang yaitu tahun 2026.

Sebanyak 9 Lembaga yang berhadir pada Pleno kali ini: ada Lembaga Ta’lif wan Nasyr, Lembaga Bahtsul Masail, Lembaga Dakwah, LazisNU, Lembaga Kesehatan, Lembaga Perekonomian, Lembaga Pertanian, Lembaga Pendidikan Maarif dan Lembaga Kajian & Pengembangan SDM.

Masing-masing dari lembaga tersebut menyampaikan program kerjanya di tahun 2025 dan menyampaikan program yang akan dijalankan di tahun 2026.

Sebagai pembuka, Pleno tersebut dimulai dengan arahan dari Rais Syuriah PCNU Kabupaten Banjar Dr. KH. Muhammad Husein, M.Ag. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Program PCNU yang sudah berjalan pada tahun 2025 lalu oleh Ketua Tanfidziyah Ustadz Nuryadi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tanfidziyah memaparkan kegiatan yang berjalan sepanjang tahun 2025. Mulai dari pelaksanaan konferensi cabang (Konfercab), pelantikan dan musyawarah kerja (Musker), pelatihan menyembelih hewan qurban bekerja sama dengan Juru Sembeleh Halal (Juleha), pelaksanaan Hari Santri Nasional (HSN), dan semua kegiatan PCNU Kabupaten Banjar selama tahun 2025.

Ia menegaskan pentingnya sinergi seluruh lembaga agar program organisasi dapat berjalan lebih maksimal dan menyentuh kebutuhan masyarakat khususnya warga NU

Salah satu paparan penting datang dari LP Ma’arif NU Kabupaten Banjar. Menyikapi tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Banjar, LP Ma’arif mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Paket B dan C dengan jumlah peserta didik sekitar 200 orang.

Kegiatan belajar dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Gedung NU, pondok pesantren di Martapura Barat, dan Pondok Pesantren Darussalam.

Tahun ini, LP Ma’arif menargetkan penerbitan izin operasional, pembentukan cabang di tingkat MWC, perluasan ke pondok pesantren dan madrasah diniyah. Pendirian madrasah pelatihan/pembelajaran, serta kerja sama dengan Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam di berbagai kegiatan.

Selanjutnya, Lembaga Ta’lif wan Nasyr juga menyampaikan hal yang serupa. Program yang terlah berjalan adalah mengaktifkan website Albanjari dan akun media sosial berupa instagram. Hingga saat ini sudah ada 188 tulisan yang terbit di website tersebut dan sudah ada 138 postingan di akun instagram yang di kelola LTN sejak 2025.

Adapun untuk program satu tahun kedepan, LTN mempunyai 4 program: pertama optimalisasi website dan akun instagram yang sudah jalan. Kedua, peningkatan SDM yaitu melaksanakan pelatihan jurnalistik, pelatihan menulis artikel keislaman, pelatihan dokumentasi dan desain grafis. Dan yang tak kalah penting, LTN akan menulis buku sejarah NU Kabupaten Banjar dari periode awal hingga sekarang yang akan diketuai oleh salah satu pengurud Tanfidziyah.

Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU turut melaporkan sejumlah kegiatan, di antaranya Bahtsul Masail Muskercab, Bahtsul Masail Hari Santri Nasional (HSN), BM pembahasan persoalan LGBT, Madrasah Bahtsul Masail yang mendatangkan narasumber dari LBM PBNU serta muzakarah LBM putri.

Sementara itu, Lembaga Dakwah NU (LDNU) memprogramkan pelatihan pemulasaran jenazah, sertifikasi imam dan khatib Jumat, serta sertifikasi pembimbing manasik ibadah haji dan umrah.

Dari sektor kesehatan, Lembaga Kesehatan NU (LKNU) akan melaksanakan pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat bersama Kementerian Kesehatan di Kalimantan Selatan. Mengenai program yang sudah berjalan yaitu sunatan massal, dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Sektor ekonomi ada Lembaga Perekonomian NU (LPNU). LPNU berkomitmen untuk menyediakan wadah untuk pelaku usaha dan siap berkerjasama di berbagai bidang dan instansi terkait. Selain itu, LPNU juga siap melaksanakan pelatihan-pelatihan strategis di bidang ekonomi.

Kemudian Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM (Lakpesdam NU) berkomitmen melakukan program pengembangan SDM di berbagai bidang, khususnya yang berkembang saat ini di masyarakat. Sebagai penyiapan kader menjadi profesional.

Adapun LazisNU Kabupaten Banjar terus mengembangkan program penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS). LazisNU akan menyelenggarakan pelatihan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat MWC, Madrasah Amil LazisNU Kabupaten Banjar.

Di bidang Pertanian, Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) telah menanam 2.000 bibit pohon saat peringatan Hari Lahir NU. Dan tahun ini LPPNU akan membagikan bibit ikan kepada MWC se-Kabupaten Banjar.

Sementara itu, Bendahara PCNU Kabupaten Banjar, H. Muhammad HR menyampaikan laporan dan posisi keuangan NU periode 2025 lengkap dengan rincian pemasukan dan pengeluaran. Ia mengatakan bahwa PCNU Kabupaten Banjar sedang berusaha meningkatkan pemasukan agar para MWC, Lembaga dan Badan Otonom bisa berjalan dengan maksimal.

Sekretaris PCNU Kabupaten Banjar dr. Diauulddin menambahkan bahwa ia akan memberikan hak pakai untuk device podcast PCNU agar dikelola dengan baik. Ia juga menegaskan pentingnya agar kita fokus menindaklanjuti hasil Muskercab, disesuaikan dengan paparan program yang dibahas barusan.

Dalam arahannya, Katib Syuriah, Tuan Guru Naufal menekankan agar seluruh pembahasan pada rapat Pleno ini segera direalisasikan mulai bulan ini. Ia menyoroti percepatan program pemulasaran jenazah, peluang kerja sama LPNU dengan BLK, pengembangan usaha konveksi NU yang dinilai memiliki potensi besar, serta peluang sinergi LazisNU dengan BMT Khairul Amin.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya budaya pelaporan di lingkungan organisasi. “Setiap ada kegiatan, selain diinformasikan ke grup, juga harus ada laporan yang disampaikan ke PCNU,” tegasnya.

Setelah penyampaian dari lembaga selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Diskusi ini melibatkan peserta yang hadir, diantaranya Ustadz Ali Husin, Ustadz Bilal dan Fahrie. Selain itu juga ada arahan dari Mustasyar yang berhadir.

Melalui Pleno ini, PCNU Kabupaten Banjar berharap seluruh lembaga dapat bergerak lebih terarah, profesional, dan memberi manfaat nyata bagi umat serta masyarakat luas.

Pleno tersebut ditutup dengan Tahlil dan Doa yang dipimpin oleh Katib Syuriah, Tuan Guru Naufal.


Penulis: Muhammad Fahrie