
Peringatan Haul KH Abdul Qadir Hasan Ke-49 Rabu, (14/1/2026) di Sungai Musang, Aluh-Aluh (Foto: Istimewa)
Albanjari.com, Aluh-Aluh – Sebagai wujud khidmah dan penghormatan kepada ulama besar Banua, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Aluh-Aluh menggelar Haul ke-49 KH. Abdul Qadir Hasan atau yang dikenal Guru Tuha, Rabu (14/1/2026). Kegiatan berlangsung khidmat di Ruang TK–PAUD Hubbul Wathon, Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-Aluh.

Haul ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan perjuangan KH. Abdul Qadir Hasan, ulama kharismatik Banua yang dikenal sebagai pendiri Cabang Nahdlatul Ulama (NU) di Martapura. Cabang NU pertama di luar Pulau Jawa pada tahun 1928 serta Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam ke-4 periode 1940–1959.
Sosok yang akrab disapa Guru Tuha tersebut merupakan peletak dasar perjuangan ke-NU-an di Banua yang nilai-nilainya terus diwariskan hingga kini.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Aluh-Aluh, Muhammad Syafi’e, menyampaikan bahwa pelaksanaan haul ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi, agar seluruh PAC melaksanakan Haul Guru Tuha pada bulan Rajab, bulan wafat beliau.
Ia menegaskan, kegiatan haul ini akan dijadikan agenda rutin tahunan PAC GP Ansor Aluh-Aluh sebagai bagian dari penguatan tradisi ke-NU-an dan pengkaderan ideologis Ansor.
“Melalui haul ini, kami berharap kader Ansor semakin meneladani nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para ulama. Ini merupakan bentuk khidmah kami kepada Guru Tuha dan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Kegiatan haul turut dihadiri Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, M. Fadhillah Arsyad, Dewan Penasehat Ranting GP Ansor Desa Sungai Musang, pengurus ranting, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan guru TK–PAUD Hubbul Wathon beserta para orang tua murid, serta masyarakat Desa Sungai Musang.
Dalam sambutannya, M. Fadhillah Arsyad mengapresiasi pelaksanaan haul yang digagas PAC GP Ansor Aluh-Aluh.
“Saya menekankan pentingnya meneladani perjuangan Guru Tuha KH. Abdul Qadir Hasan dalam membesarkan Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat ukhuwah dan semangat pengabdian kader Ansor kepada umat dan masyarakat,” tuturnya
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, doa bersama, serta mau’izhah hasanah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan, mencerminkan kecintaan warga Nahdliyin terhadap ulama dan tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Kontributor : Edy Rosadi
Editor : Ahmad Mursyidi






