IMG-20260328-WA0016

Para pengurus IPPNU dan peserta foto bersama narasumber usai pembukaan selesai (foto istimewa)

Albanjari.com, Martapura – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke-71. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar menggelar Kajian Putri bertemakan: Mengenal Diriku: Sehat Secara Medis, Taat Secara Syariat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jum’at (27/3/2026). Bertempat di Aula Guru Tuha Kantor PCNU Kabupaten Banjar.

Kajian tersebut diselenggarakan merupakan bentuk kepedulian IPPNU terhadap kesehatan para pelajar putri khususnya kader IPPNU. Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan respon terhadap kelalaian segi kesehatan yang saat ini merambah para pelajar putri.

Saat berlangsung, kajian tersebut terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas kesehatan reproduksi perempuan secara medis. Dan sesi selanjutnya secara syariat menurut tinjauan agama.

Sesi pertama disampaikan oleh Bidan Sulasmi, seorang dosen dan Bidan berpengalaman sejak 2012 asal Kabupaten Tanah Bumbu. Adapun sesi kedua dipandu oleh Ustadzah Raudhatul Jannah, seorang Ustadzah jebolan Ma’had Aly Darussalam TA 2005. Sekarang aktif memimpin beberapa majlis taklim di Kabupaten Tanah Laut.

Sekitar 40 peserta mengikuti kajian tersebut. Umumnya peserta berasal dari berbagai utusan PAC IPPNU se Kabupaten Banjar. Kajian tersebut berjalan dengan lancar sampai selesai. Selain pengurus IPPNU, kajian itu juga diikuti oleh beberapa santriwati dan masyarakat umum Martapura.

Latipah, Ketua PC IPPNU Kabupaten Banjar menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan kajian ini adalah sebagai reminder tentang kesehatan kepada para pelajar putri.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai reminder tentang kesehatan pelajar putri, khususnya yang terjadi pada generasi saat ini. Karena kita seringkali abai terhadap kesehatan, lebih-lebih lagi menyangkut kesehatan reproduksi. Makanya kita galakkan kegiatan ini dengan kajian mendalam secara medis dan secara hukum syariat,” ujarnya saat diwawancarai setelah selesai pembukaan.

Ia berharap setelah kajian ini selesai, para pelajar putri khususnya kader IPPNU agar bisa fokus dan sama-sama menjaga kesehatan, khususnya menyangkut kesehatan reproduksi.

“Harapannya agar setelah kegiatan selesai kita bisa bersama-sama menjaga kesehatan kita, tidak hanya fokus berkarir saja, tetapi juga tidak lupa kita menyayangi diri kita sendiri dengan menjaga kesehatan reproduksi kita,” harapnya.

Setelah opening ceremony berakhir, kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda pelaksanaan harlah IPPNU. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan kajian putri tersebut.

Pada saat opening ceremony, hadir juga beberapa badan otonom NU ruang lingkup PCNU Kabupaten Banjar.


Penulis: Muhammad Fahrie