IMG-20260327-WA0004

Banser NU laksanakan PAM puncak Haul Datu Kalampayan Kamis, (26/3/2026) di Dalam Pagar

Albanjari.com, Martapura Timur — Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Banjar, Kabupaten Banjar turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pengamanan (PAM) puncak Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang dikenal sebagai Datu Kelampayan Kamis, (26/3/2026).

Banser NU Banjar foto bersama Pengurus Tanfiziyah NU Banjar usai acara puncak haul

Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Tuhfaturraghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur.

Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati kawasan Desa Dalam Pagar Ulu dan sekitarnya. Kepadatan jemaah bahkan meluas hingga desa-desa terdekat seperti Desa Dalam Pagar, Desa Akar Baru, dan Desa Telok Selong.

Kondisi ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti haul ulama besar Kalimantan Selatan tersebut. Kepadatan arus kendaraan menyebabkan mobil roda empat tidak dapat lagi parkir di sekitar lokasi utama.

Petugas mengarahkan kendaraan ke sejumlah kantong parkir, salah satunya di area SPBU Telok Selong yang berjarak sekitar 600 meter dari pusat kegiatan.

Selain melalui jalur darat, sebagian jemaah juga memanfaatkan transportasi air menggunakan perahu atau klotok melalui aliran Sungai Martapura.

Dalam pelaksanaan pengamanan, sebanyak 60 personel Banser Banjar diterjunkan dan ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya di depan masjid, sepanjang jalur turunan jembatan menuju masjid, serta di atas jembatan hingga area turunannya. Penempatan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan arus jemaah sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan.

Selain itu, Banser juga bertugas menertibkan pedagang kaki lima (PKL) agar tidak berjualan di titik rawan kemacetan serta mengarahkan jemaah agar tidak duduk di sepanjang jembatan maupun area turunan demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi yang turut membersamai kegiatan PAM menyampaikan bahwa Banser setiap tahun selalu ikut berpartisipasi.

“Personel bertugas mulai pukul 06.00 Wita hingga seluruh rangkaian acara selesai. PAM ini merupakan bukti khidmat Banser kepada Datu Kelampayan sebagai wujud syukur atas jasa beliau.” katanya

Rangkaian kegiatan haul diawali dengan pembacaan Maulid Habsy, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta dilanjutkan dengan pembacaan manaqib atau sejarah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti seluruh rangkaian acara.

Sebagaimana diketahui, haul Datu Kelampayan juga telah lama menjadi destinasi religi masyarakat, khususnya saat momentum libur keagamaan.

Selain menjadi ajang ibadah dan memperdalam spiritualitas, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antarjemaah dari berbagai daerah.

Dalam catatan biografi yang dihimpun dalam Risalah Syajaratul Arsyadiyah oleh Syekh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir pada Kamis, 13 Shafar 1122 H atau 19 Maret 1710 M di Desa Lok Gabang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Beliau wafat pada 6 Syawal 1227 H atau 13 Oktober 1812 M di Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, dan dimakamkan di Desa Kalampayan, Kecamatan Astambul.

Beliau dikenal sebagai ulama besar yang melahirkan karya monumental Sabilal Muhtadin lit-Tafaqquh fi Amrid-din, sebuah kitab fiqih bermazhab Syafi’i yang ditulis pada tahun 1779 M atas permintaan Sultan Banjar.

Kitab ini menjadi rujukan penting dalam kajian keislaman di Kalimantan, Indonesia, hingga Asia Tenggara, bahkan dikenal di negara-negara seperti Makkah, Mesir, dan Turki.

Kehadiran ribuan jemaah dalam haul ini menjadi bukti nyata kuatnya kecintaan masyarakat terhadap ulama serta kokohnya tradisi keagamaan yang terus hidup dan berkembang di Kalimantan Selatan.

Kontributor : Edy Rosadi
Editor : Ahmad Mursyidi