Screenshot_20260404-213150_WhatsApp

Syekh Kasyful Anwar

Albanjari.com, Martapura-Rangkaian acara haul digelar selama tiga hari dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan diawali pada Rabu malam, (1/4/2026) oleh rombongan Sekumpul Martapura setelah salat Isya.

Dilanjutkan pada Kamis malam, (2/4/2026) oleh rombongan Kampung Melayu Martapura dengan waktu yang sama. Puncak acara berlangsung pada Jumat, (3/4/2026) pukul 18.30 WITA, diawali dengan salat Magrib berjamaah hingga rangkaian ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.

Dalam puncak acara, jamaah akan mengikuti pembacaan Dalail Khairat, pembacaan kitab karya Datu Kasyful Anwar, maulid, tahlil, hingga doa bersama. Selain itu, tausiyah agama akan disampaikan oleh Ustadz Ilham Humaidi, yang diharapkan mampu memberikan pencerahan spiritual bagi para jamaah.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik dari Martapura yang memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan Islam terutama Kalimantan. Beliau juga memiliki hubungan keilmuan dengan KH Hasyim Asy’ari saat menuntut ilmu di Makkah.

Sepulang dari tanah suci, beliau mengabdikan diri di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, mencetak banyak ulama dan tokoh penting. Salah satu murid beliau yang menonjol adalah KH Abdul Qadir Hasan (Guru Tuha), yang kemudian berperan dalam mendirikan Nahdlatul Ulama di Kalimantan Selatan sekitar tahun 1928.

Kontribusi Syekh Muhammad Kasyful Anwar tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam membangun fondasi keagamaan masyarakat Banjar yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah. Perannya menjadi mata rantai penting dalam penyebaran dan penguatan Nahdlatul Ulama di luar Pulau Jawa.

Dalam penggalan manuskrif Suara Nahdlatul Ulama yang tidak utuh dan tanpa tahun Syekh Kasyful Anwar merupakan rois dan KH Abdul Qadir Hasan sebagai naibul (wakil) rois.

Kolaborasi guru dan murid yang saling melengkapi ini menjadikan kekuatan yang kokoh dalam penyebaran Ahli Sunnah wal Jamaah. KH Kasyful Anwar meletakan dasar-dasar pemikiran dan arah sedangkan KH Abdul Qadir Hasan melanjutkan estafet perjuangan, mengembangkan dan menyebarkan NU ke seluruh Kalimantan.

Penulis : Ahmad Mursyidi