
Albanjari.com, Martapura – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar menggelar forum Bahtsul Masail Putri pertama kali di Kabupaten Banjar, Sabtu (01/08/2026).
Bahtsul Masail tersebut berlangsung di lantai 3 Aula Guru Tuha Gedung NU Martapura (Kantor PCNU Kabupaten Banjar). Mengangkat tema: Relevansi Peranan Mahram bagi Perempuan yang Ingin Bepergian Jauh.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari aktivis LBM Putri Banjar dan Pondok Pesantren Al-Amin Putri.
Hasna, selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa diadakannya forum ini adalah untuk menghidupkan budaya berbahtsul masail di Martapura.
“Tujuannya juga untuk membentuk SDM Putri Banjar yang lebih baik lagi,” katanya.
Ia melanjutkan dalam sambutannya menyampaikan bahwa ke depannya kegiatan Bahtsul Masail Putri ini akan menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan LBM Putri Banjar setiap dua bulan sekali.
Dengan harapan semoga dengan diadakannya Bahtsul Masail Putri ini dapat menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Selain itu, juga sekaligus membiasakan budaya musyawarah ilmiah dalam menjawab persoalan-persoalan keagamaan berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’, Qiyas, serta kitab-kitab mu’tabarah.
Terakhir ia juga menyampaikan harapannya agar forum ini tidak hanya sebatas menjadi ajang mencari jawaban permasalahan fiqhiyah, tetapi juga menjadi media bagi perempuan Nahdlatul Ulama untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, serta dapat berkontribusi melahirkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut para musyawirat saling menyampaikan pendapat dan argumen dengan tetap mengacu kepada Al-Qur’an, Hadis, dan kitab-kitab mu’tabarah, serta mempertimbangkan pendapat yang lebih relevan di zaman sekarang.
Di samping itu, Syifa, salah satu musyawirat mengaku senang bisa menjadi bagian dari forum ini.
“Jujur, dengan kemampuan yang seadanya ini, seru banget. Bersyukur bisa jadi salah satu aktivis dari forum ini, karena ini salah satu cara untuk meneruskan apa yang sudah kita mulai di pondok,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar bisa lebih terampil lagi, serta istiqamah dalam berbahtsul masail.
Kontributor: Shofia Editor: Muhammad Fahrie






