IMG-20261015-WA0068

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Pambakal Desa Pematang Baru, Syarkani, kepada Noraini Anang selaku korban kebakaran. Kamis (14/10/2026)

Albanjari.com, Martapura Timur – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah ditunjukkan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Bersama masyarakat, kader GP Ansor menggalang bantuan dari rumah ke rumah untuk membantu Noraini Anang, warga yang kehilangan rumah akibat kebakaran.

Musibah yang terjadi pada Selasa (13/10/2026) tersebut mengakibatkan rumah milik Noraini Anang, warga RT 004 RW 002 Desa Pematang Baru, hangus terbakar hingga 100 persen.

Sebagai bentuk kepedulian, kader GP Ansor bersama masyarakat bergerak menghimpun sumbangan sukarela selama dua hari, Rabu hingga Kamis (14–15/10/2026). Dari kegiatan tersebut, terkumpul bantuan sebesar Rp3.169.000.

Penggalangan dana dipimpin langsung Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Pematang Baru, Muhaimin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Pematang Baru.

Pada Rabu (14/10/2026), para kader mendatangi rumah-rumah warga di wilayah RT 001, RT 002, dan RT 003. Kegiatan dilanjutkan pada Kamis (15/10/2026) dengan menyasar warga RT 004.

Melalui aksi tersebut, kader GP Ansor mengajak masyarakat menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu korban yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Aksi solidaritas ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pada Kamis (15/10/2026), Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Banua Anyar ST, Rusli, ikut terlibat bersama anggota Banser Desa Pematang Baru.

Rusli yang juga menjabat sebagai Kepala Lingkungan II Desa Banua Anyar ST menunjukkan kepedulian terhadap warga desa tetangga yang sedang tertimpa musibah.

Desa Banua Anyar ST, Kecamatan Astambul, diketahui berbatasan langsung dengan Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur.

Selain kader GP Ansor dan Banser, personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banjar juga turut mendukung kegiatan solidaritas tersebut.

Keterlibatan lintas desa dan unsur relawan ini menjadi wujud kebersamaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong tanpa dibatasi wilayah.

Dari penggalangan dana selama dua hari, terkumpul bantuan sebesar Rp3.169.000 (tiga juta seratus enam puluh sembilan ribu rupiah). Dana tersebut berasal dari sumbangan sukarela masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan dari rumah ke rumah.

Bantuan kemudian diserahkan secara simbolis oleh Pambakal Desa Pematang Baru, Syarkani, kepada Noraini Anang selaku korban kebakaran.

Penyerahan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat, kader GP Ansor, Banser, dan relawan terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban Noraini Anang setelah kehilangan tempat tinggal, sekaligus membantu memenuhi sebagian kebutuhan untuk memulai kembali kehidupan setelah kebakaran.

Pambakal Desa Pematang Baru, Syarkani, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam membantu korban kebakaran.

Apresiasi disampaikan kepada Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Pematang Baru yang dipimpin Muhaimin, kader GP Ansor Desa Banua Anyar ST, anggota Banser, personel Tagana Kabupaten Banjar, para relawan, serta masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya.

Syarkani mengapresiasi langkah para pemuda yang turun langsung mendatangi rumah-rumah warga untuk menggalang bantuan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut terus dikembangkan guna memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia berharap kepedulian yang ditunjukkan para kader dan relawan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Pematang Baru, Muhaimin, turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan para relawan yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana.

Ia mengapresiasi warga yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu korban kebakaran.

“Terima kasih untuk para relawan dan seluruh masyarakat yang ikut menyisihkan sebagian rezekinya untuk korban kebakaran rumah dampak bencana karhutla. Semoga bermanfaat dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Minta halal dan ridho,” ungkap Muhaimin.

Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi korban serta memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, aksi tersebut juga merupakan bagian dari pengabdian kader GP Ansor di tingkat desa, khususnya dalam membantu masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Martapura Timur, M. Noor, turut mengapresiasi aksi solidaritas yang dilakukan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Pematang Baru.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan GP Ansor di tingkat desa dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pembentukan pimpinan ranting hingga tingkat desa merupakan bagian dari upaya memperkuat kaderisasi dan memperluas peran organisasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Melalui ranting, para pemuda diharapkan dapat bergabung dengan GP Ansor, mengikuti proses kaderisasi melalui Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD), serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Aksi penggalangan dana tersebut menjadi contoh bahwa kaderisasi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan penguatan organisasi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam membantu sesama.

M. Noor berharap semangat solidaritas yang ditunjukkan GP Ansor Desa Pematang Baru bersama GP Ansor Desa Banua Anyar ST, Banser, Tagana Kabupaten Banjar, dan masyarakat dapat menginspirasi ranting-ranting lainnya untuk melakukan kegiatan serupa.

Aksi penggalangan dana ini menunjukkan pentingnya kehadiran organisasi kepemudaan hingga tingkat akar rumput. Meski baru terbentuk, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Pematang Baru telah menunjukkan kepeduliannya melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dengan bergerak dari rumah ke rumah, para kader tidak hanya menghimpun bantuan, tetapi juga mengajak masyarakat memperkuat kepedulian dan persaudaraan.

Bantuan sebesar Rp3.169.000 menjadi bukti bahwa gerakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan manfaat bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan.

Melalui aksi ini, GP Ansor menunjukkan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar membangun kepengurusan dan memperkuat kaderisasi, melainkan juga menghadirkan pengabdian nyata di tengah masyarakat.

GP Ansor hadir bukan sekadar untuk membesarkan organisasi, tetapi untuk tumbuh bersama masyarakat, bergerak bersama masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi sesama.


Editor: Ahmad Mursyidi