Juni 11, 2024
karang intan

ALBANJARI.COM, KARANG INTAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Karang Intan mengadakan kegiatan halal bi halal dalam rangka menguatkan silaturrahmi dan konsolidasi organisasi, Kamis (14/07/2022) bertempat di aula Pondok Pesantren Miftahussibyan-Mandikapau Kecamatan Karang Intan.

Dikatakan ketua pelaksana, Muhammad Rahman, acara itu mengambil momentum hari raya Idul Adha 1443 H dengan tema “Reaktualisasi Semangat Berqurban Dalam Menguatkan Dasar Organisasi”.

“Untuk mengingatkan kepada kita, dalam berorganisasi kadang kita juga harus melakukan beberapa pengorbanan seperti waktu, pikiran, tenaga bahkan materi,” ucap  Muhammad Rahman.

Kegiatan ini, sambungnya, diikuti oleh Pimpinan Ranting (PR) beberapa desa se-Kecamatan Karang Intan. Juga turut berhadir Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Banjar serta beberapa pengurus MWC NU Kecamatan Karang Intan.

“Selain kegiatan halal bi halal, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan dalil sebagai landasan kebolehan pembacaan manaqib oleh Ustadz Khairullah Zain (Wakil Ketua PCNU Kabupaten Banjar) dan pembacaan manaqib Syekh Samman Al-Madani yang dibacakan oleh Ustadz Mulkan (Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Karang Intan),” ujarnya.

Ustadz Khairullah Zain dalam paparannya mengatakan tradisi manaqiban adalah tradisi yang sangat baik dan punya landasan yang kuat dari Al Kitab dan As Sunnah, beliau juga menyitir qaul (komentar) para ulama-ulama salaf maupun khalaf tentang kebolehan bahkan dianjurkannya tradisi tersebut.

“Dianjurkan agar manaqib dijadikan sebagai wiridan (sesuatu yang dilakukan secara rutin atau dawam) agar keberkahannya benar-benar terasa di dalam kehidupan,” tegasnya.

Dia melandasi argumentasinya dengan Surah Hud ayat 120:
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَۚ وَجَآءَكَ فِى هَٰذِهِ ٱلْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman.”

“Manaqib adalah cerita tentang perbuatan-perbuatan yang indah, dan orang-orang  sholih,  Al Qur’an bukan hanya mengisahkan cerita para Nabi tapi juga orang-orang shalih yang di dalamnya memuat ‘ibrah (pelajaran) tentang kehidupan mereka,” kata Ustadz Khairullah Zain.

Kontributor: Fikri Kholikin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *