oplus_0

Foto istimewa

Albanjari.com, Banjarbaru –
Pelatihan Ruqyah yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Kalimantan Selatan pada Ahad (21/09) berlangsung sukses, tertib, dan penuh antusias.

Acara istimewa ini menghadirkan langsung Founder JRA, Kiai ‘Allamah Alauddin Shidiqi, M.Pd.I, atau yang kerap disapa Gus Amak, sebagai pembimbing utama yang menyampaikan materi sekaligus memberikan arahan spiritual.

Bertempat di Langgar Darus Sholihin, Jl. Armada Mix, Liang Anggang, Landasan Ulin Barat, Kota Banjarbaru, kegiatan ini diikuti oleh 68 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Sejak pagi, suasana khidmat dan semangat menuntut ilmu sangat terasa. Para peserta mengikuti rangkaian materi dengan penuh perhatian, mulai dari penguatan akidah, adab seorang peruqyah, hingga praktik ruqyah yang disampaikan sesuai manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Fahrie, salah satu peserta pelatihan menyampaikan bahwa dia sangat bersyukur karena bisa mengikuti pelatihan ini.

“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini, pasalnya ilmu ini tergolong penting dan merupakan salah satu jalan untuk mendakwahkan ajaran Islam bermanhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah.” Katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah JRA Kalimantan Selatan, Ust. Taufik Rahman (UTR), turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara ini.

“Alhamdulillah, pelatihan hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman ruqyah sesuai tuntunan Nabi, sekaligus mempererat silaturahmi antarperuqyah di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Kabar Gembira untuk Praktisi JRA Kalimantan Selatan

Pelatihan kali ini semakin istimewa dengan hadirnya materi khusus dari Gus Amak – Kiai ‘Allamah `Alauddin Shidiqi, M.Pd.I, A.H. (Mujiz, Muassis & Dewan Pembina Jam’iyyah Ruqyah Aswaja An-Nahdliyah), Pimpinan Ponpes Uwais Al-Qorni, Tuban.

Beliau mengumumkan adanya Upgrading Terapi Toyah Candu (Totok Ruqyah untuk Para Pecandu), yaitu materi pengembangan ilmu ruqyah untuk membantu menghentikan berbagai jenis kecanduan seperti merokok, narkoba, game, dan kebiasaan adiktif lainnya.

Lebih dari 30 praktisi JRA mengikuti sesi upgrade keilmuan ini untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka, sehingga semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Selain itu, Gus Amak juga berpesan agar seluruh praktisi JRA lebih aktif lagi, saling tolong-menolong, dan mendorong agar JRA Kalimantan Selatan semakin teratur dan terstruktur demi kemajuan dakwah dan pelayanan umat.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk melayani masyarakat, menebarkan ruqyah yang menyejukkan dan sesuai sunnah, serta memperkokoh dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di bumi Kalimantan Selatan.

Pengurus JRA Kalimantan Selatan juga berharap, insyaAllah tahun depan dapat kembali mengadakan pelatihan ruqyah serupa yang langsung dibimbing oleh Gus Amak, sehingga semangat menuntut ilmu dan pelayanan umat semakin tumbuh di Kalimantan Selatan.


Editor: Muhammad Fahrie