IMG-20251104-WA0053

Foto istimewa

Albanjari.com, Martapura – Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PK IPNU) Pondok Pesantren Darussalam Martapura gelar perdana pembelajaran ilmu alat metode Amsilati di Gedung NU Martapura (Kantor PCNU Kabupaten Banjar) Kalimantan Selatan Rabu, (5/11/2025)

Pembina PK IPNU PP. Darussalam Martapura Muhammad Fahrie mengatakan sangat senang sekali dengan diadakannya kembali kegiatan semacam ini yaitu kegiatan pembelajaran ilmu alat karena sebagai santri mempunyai identitas utama yaitu bisa baca kitab kuning, apa lagi santri NU.

“Sedikit bercerita sebagai pengalaman bahwa saya selama belajar nahwu itu menjalani proses selama empat tahun baru bisa baca kitab, nah sekarang kalian sudah nyaman dapat metode baru yaitu metode amtsilati, tidak sampai setahun selesai” katanya.

Ia berharap kepada peserta semua agar menyelesaikan belajar ilmu alat ini jangan berhenti ditengah jalan agar tidak kepalang tanggung dapatnya.

Sementara itu, Ketua PK IPNU Darussalam Fikri Fadillah mengatakan ia bersama rekan Maulani memilih metode amsilati ini karena metode yang paling mudah untuk di pahami di kalangan santri saat ini, bisa di bilang cara cepat dan praktis untuk memahami Nahwu dan Shorof.

“Karena menurut saya santri-santri saat ini sangat sulit untuk memahami nahwu shorof tanpa metode atau contoh,” terangnya

Fikri menjelaskan bahwa pembelajaran ini dilaksanakan dalam seminggu empat kali yaitu untuk yang bisa sore Senin, Selasa, Rabu, Sabtu. Sedangkan untuk yang bisa malam dimulai Senin malam, Selasa malam, Rabu malam, Sabtu malam.

“Harapan saya ke depannya semoga pembelajaran amsilati ini terus berjalan selama-lamanya dan berkembang lebih besar dan yang terpenting membawa tujuan awal pembelajaran yaitu menjadi kan santri-santri yang fasih dan lancar dalam membaca kitab,” tutupnya.

Kegiatan tersebut dibuka dan diresmikan oleh Wakil Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Muhammad Jauhari, S.Pd.I, M.Pd usai menyampaikan sambutannya.

Sebagai informasi, Amtsilati merupakan metode pembelajaran cepat membaca dan memahami teks bahasa Arab serta menerjemahkan kitab kuning. Metode ini disusun oleh KH. Taufiqul Hakim, pendiri Pondok Pesantren Darul Falah Jepara, Jawa Tengah. Dalam sistemnya, Amtsilati mengadaptasi 185 bait dari 1000 bait Alfiyah Ibnu Malik, dan dapat dikuasai dalam waktu 3–6 bulan bagi pemula.


Reporter: Ahmad Mursyidi                Editor: Muhammad Fahrie