
Salah satu narasumber saat menyampaikan materi (foto: istimewa)
Albanjari.com, Martapura – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura menggelar Seminar Nasional bertema pendidikan pada Sabtu (19/4/2026), bertempat di Gedung Islamic Center Tuan Guru Besar H. M. Djazouly Martapura.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja tahunan Divisi Pendidikan HMP PAI.
Seminar tersebut mengangkat dua tema strategis, yakni “Penerapan dan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam Ruang Lingkup Pendidikan Inklusi” serta “The Manifestation of Educational Psychology: Mengakselerasi dan Mentransformasi Potensi Peserta Didik secara Holistik.”
Panitia pelaksana, Puteri Nur Salsabila, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai isu-isu strategis pendidikan Islam sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi mahasiswa, akademisi, masyarakat umum, dan praktisi pendidikan.
“Selain itu, seminar ini diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa PAI agar memiliki daya saing setelah lulus nanti,” ujarnya.
Untuk tema pertama mengenai pendidikan inklusi, panitia menghadirkan narasumber Arif Rahman Heriansyah, S.Pd.I., M.A., Gr., seorang akademisi sekaligus praktisi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Sementara tema psikologi pendidikan disampaikan oleh Iga Serpianing Aroma, M.Psi., Psikolog, yang dikenal sebagai psikolog pendidikan dan perkembangan.

Jumlah peserta yang terdata dalam pendaftaran mencapai hampir 70 orang. Peserta berasal dari berbagai kalangan, baik mahasiswa internal dan eksternal, guru, pelajar, maupun masyarakat umum.
Salah seorang peserta, H. Ismail, mengaku tertarik mengikuti seminar karena tema yang diangkat sangat relevan bagi calon pendidik.
“Yang paling utama karena temanya tentang psikologi pendidikan dan Anak Berkebutuhan Khusus. Saya pribadi memang menyukai dua hal tersebut.
Kedua tema ini sangat bagus bahkan penting bagi calon guru ke depannya. Sebenarnya penting untuk kita semua, karena menjadi bekal dalam mengajar, di keluarga, maupun di masyarakat,” ungkapnya.
Peserta lainnya juga menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar memberikan wawasan baru tentang bagaimana memperlakukan anak berkebutuhan khusus secara layak dan setara.
“Seminar ini membuka cara pandang saya lebih luas lagi. Saya jadi memahami bagaimana seharusnya kita bersikap kepada penyandang disabilitas agar mereka merasa dihargai dan diterima seperti anak-anak pada umumnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, materi psikologi pendidikan juga sangat membantu dalam memahami potensi, bakat, minat, dan kecerdasan setiap anak sehingga tidak menyamaratakan kemampuan peserta didik.
“Kita jadi lebih fokus pada kekuatan yang dimiliki anak, lalu mengasahnya secara terarah hingga berkembang menjadi kompetensi nyata,” katanya.
Panitia menilai, selain menambah wawasan peserta, seminar ini juga menghasilkan dampak internal organisasi berupa peningkatan standardisasi kerja, mulai dari tata kelola administrasi, surat-menyurat, hingga manajemen kearsipan digital.
“Semoga hasil diskusi dari para narasumber nantinya dapat menjadi referensi belajar bagi mahasiswa PAI di masa mendatang,” tutup Puteri.
Penulis: Muhammad Fahrie






