Oplus_131072

H. Ahmad Fauzan Asniah, Sekretaris MUI Kabupaten Banjar (foto: istimewa)

Albanjari.com, Martapura – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Banjar akan menggelar Salat Istisqa berjamaah pada Selasa (25/8/2026) pagi. Bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha, Martapura.

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai respon terhadap perubahan iklim serta cuaca yang terjadi saat ini di Kabupaten Banjar. Saat ini, Kabupaten Banjar sedang dilanda musim kemarau.

Selain itu, di beberapa daerah Kabupaten Banjar juga mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, sehingga mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Selain kekeringan yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Banjar, cuaca pada siang hari pun terasa sangat panas, sedangkan sejak subuh sampai pagi, kabut asap menutupi berbagai kawasan.

Mengajak segenap seluruh masyarakat, kegiatan Salat Istisqa tersebut akan diimami oleh Tuan Guru Syamsuri dan Tuan Guru Zaki sebagai khatib.

Tuan Guru Syamsuri merupakan imam tetap di Masjid Agung Al-Karomah, sedangkan Tuan Guru Zaki iyalah Dewan Guru PP. Darussalam dan Komisi Fatwa MUI Kabupaten Banjar.

Sekretaris MUI Kabupaten Banjar, Ahmad Fauzan Asniah mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadapi kondisi kemarau dan kabut asap yang semakin memprihatinkan.

“Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita. Saat ini kondisi karhutla merebak di mana-mana, bahkan Kalimantan Selatan lagi berjibaku dengan asap. Oleh karena itu, MUI Kabupaten Banjar terpanggil untuk melaksanakan Salat Istisqo di Martapura pada tanggal 25 mendatang,” ujarnya saat kami wawancara via daring pada Ahad (23/8/2026).

Menurutnya, pelaksanaan Salat Istisqo tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama bermunajat, memohon pertolongan Allah agar kemarau segera berakhir dan iklim kembali pulih.

MUI Kabupaten Banjar pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan mengikuti salat serta doa bersama tersebut.

“Kami berharap masyarakat ikut bersama-sama berhadir untuk berdoa dan berikhtiar. Mudah-mudahan kabut asap ini berakhir, kemarau segera usai, dan hujan turun di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar,” lanjutnya.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, panitia telah melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah serta aparat kepolisian. Persiapan teknis maupun kebutuhan pendukung ibadah disebut telah memasuki tahap akhir.

Pelaksanaan Salat Istisqa tersebut bukan sekadar agenda spiritual, tetapi juga merupakan ajang untuk bersama-sama introspeksi diri dan untuk menyadari betapa pentingnya menjaga linkungan.

Semoga kita semua mampu menjaga lingkungan dengan baik, demi kelangsungan kehidupan yang lebih baik.


Penulis: Muhammad Fahrie