IMG-20261106-WA0007

GP Ansor Kabupaten Banjar menyalurkan bantuan air siap minum kepada masyarakat Desa Tampang Awang, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Kamis (5/11/2026) (Foto : Istimewa)

Albanjari.com, Tampang Awang – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Banjar menyalurkan bantuan air siap minum kepada masyarakat Desa Tampang Awang, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PC GP Ansor Kabupaten Banjar terhadap masyarakat yang tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan oleh Abdul Ghafur, warga Desa Tampang Awang yang juga merupakan kader GP Ansor dan menjabat sebagai Kasatkoryon Banser Kecamatan Tatah Makmur.

Ia melaporkan bahwa masyarakat di desanya telah mengalami kesulitan air bersih selama kurang lebih tiga bulan.

Kondisi air yang tersedia di wilayah tersebut terasa asin dan pahit sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi, memasak, bahkan mandi.

Warga juga mengeluhkan bahwa ketika air digunakan untuk mandi, sabun tidak dapat menghasilkan busa sebagaimana mestinya.
Selama ini, masyarakat terpaksa mencari dan mengambil air ke desa lain yang masih memiliki akses air ledeng atau PDAM.

Namun, kondisi semakin sulit karena desa-desa sekitar Desa Tampang Awang juga mengalami gangguan distribusi air PDAM selama lebih dari satu bulan.

Mendapatkan informasi tersebut, PC GP Ansor Kabupaten Banjar bergerak melaksanakan kegiatan sosial dengan menyalurkan air siap minum untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak krisis air bersih.

Kegiatan penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi, bersama anggota Banser Ranting Desa Tampang Awang.

Kehadiran langsung pimpinan cabang bersama kader Banser menjadi bentuk komitmen organisasi untuk hadir dan bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran air siap minum dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door). Warga menyambut baik kegiatan tersebut.

Bahkan, sejumlah warga telah menunggu kedatangan rombongan penyalur bantuan di rumah masing-masing.

Salah seorang warga menyampaikan ucapan terima kasih kepada GP Ansor atas bantuan air siap minum yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa pada hari itu persediaan air di rumahnya telah habis sehingga dirinya kesulitan untuk memasak nasi.

Menurutnya, air sungai yang tersedia tidak dapat digunakan karena rasanya asin dan pahit. Bahkan, ketika digunakan untuk memasak, beras tidak bisa matang menjadi nasi sebagaimana mestinya.

“Kalau hari ini tidak ada air bersih, kami tidak bisa memasak nasi karena persediaan air di rumah sudah habis. Air sungai rasanya asin dan pahit. Kalau digunakan untuk memasak, berasnya tidak mau masak menjadi nasi,” tuturnya.

Di tengah berlangsungnya penyaluran air siap minum tersebut, hujan sempat turun di Desa Tampang Awang. Menurut keterangan warga, hujan yang turun pada hari itu merupakan hujan ketiga sepanjang bulan November.

Meski demikian, turunnya hujan belum serta-merta mengatasi persoalan air asin dan pahit yang dialami masyarakat.

Abdul Ghafur selaku Kasatkoryon Banser Kecamatan Tatah Makmur menyampaikan bahwa kondisi air yang asin dan pahit tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga satu bulan ke depan, meskipun hujan mulai turun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan air bersih di Desa Tampang Awang masih membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Masyarakat berharap adanya solusi agar kebutuhan air bersih dapat kembali terpenuhi dan aktivitas sehari-hari berjalan normal.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen GP Ansor untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kesulitan dan membutuhkan uluran tangan.

Melalui kegiatan ini, PC GP Ansor Kabupaten Banjar berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Editor : Ahmad Mursyidi