
Suasana Haul Syekh Kasyful Anwar penuh khidmat dengan Tausiyah Ustadz ilham Humaidi (Foto : Edi Rosadi) Jumat (3/4/2026) malam Sabtu
Albanjari.com, Martapura Timur – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti kawasan kubah dan Musalla Raudhatul Anwar, Desa Melayu Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Jumat (3/4/2026) malam.
Ribuan jemaah memadati lokasi untuk mengikuti puncak haul ke-88 Syekh Muhammad Kasyful Anwar bin H Ismail Al Banjari, ulama kharismatik yang lahir di Kampung Melayu, Martapura, pada 4 Rajab 1304 H (29 Maret 1887 M) dan wafat pada 18 Syawal 1359 H (19 November 1940 M).
Para jemaah datang dari berbagai penjuru dengan satu tujuan, yakni mengharap keberkahan dari haul tersebut.
Lantunan doa, zikir, dan selawat menggema sepanjang acara, menghadirkan suasana religius yang mendalam dan menyejukkan hati.

Dalam kegiatan tersebut, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Banjar turut berpartisipasi dalam pengamanan (PAM) guna memastikan kelancaran dan kenyamanan jemaah selama berlangsungnya acara.
Personel Banser disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari akses masuk hingga sekitar lokasi kegiatan. Mereka bersinergi dengan aparat keamanan dan panitia pelaksana untuk mengatur arus jemaah agar tetap tertib.
Biro Giat Satkorcab Banser Kabupaten Banjar, Zainuddin menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan gabungan Banser dari beberapa kecamatan di Kabupaten Banjar.
“PAM ini melibatkan Banser dari beberapa kecamatan yang bergabung untuk memperkuat pengamanan di lokasi haul,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa terdapat tiga titik utama pengamanan yang menjadi fokus Banser di lapangan.
“Ada tiga titik pengamanan, yaitu di sekitar simpang tiga Dekar, dari Alkah Padang Berkat sepanjang jalan sampai rumah Guru Munawir, serta di depan rumah Guru Munawir,” jelasnya.
Turut berhadir membersamai kegiatan PAM, Jumransyah selaku Kepala Biro Penelitian dan Pengembangan Satkorcab Banser Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa pengamanan gabungan ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi antaranggota Banser.
“PAM gabungan ini bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga mempererat kebersamaan sesama Banser,” ujarnya.
Ia menambahkan, Banser tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga pelayanan kepada jemaah.
“Kami juga membantu jemaah yang membutuhkan informasi serta mengarahkan arus agar tidak terjadi penumpukan. Ini bagian dari khidmat Banser untuk umat,” tutupnya.
Berkat kesiapsiagaan petugas di lapangan, kegiatan haul berjalan dengan aman dan tertib meskipun jumlah jemaah terus membludak.
Rangkaian acara diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, selawat kamilah, Dalail Khairat, serta pembacaan kitab Datuk Kasyful Anwar di bawah pimpinan para tuan guru.
Usai salat Isya, suasana semakin syahdu dengan lantunan syair maulid, zikir, nasyid, dan doa yang mengalun khidmat di tengah ribuan jemaah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ilham Humaidi menyampaikan bahwa ketenangan sejati hanya dapat diraih dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbanyak istigfar dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Tidak ada ketentraman yang sesungguhnya melainkan ketika seorang hamba terhubung dengan Allah SWT dan terkoneksi dengan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Ia juga mengajak jemaah untuk menjadikan istigfar dan selawat sebagai amalan utama agar menjadi golongan yang beruntung di akhirat.
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Tuan Guru KH Hasanuddin, pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang nenambah keberkahan malam haul, turut dilaksanakan prosesi akad nikah Miftahul Jannah, putri ketiga Tuan Guru Abdul Hakim dengan Muhammad Jefri.
Kontributor : Edi Rosadi
Editor : Ahmad Mursyidi






