Juni 10, 2024
Ngobro Inspiratif Bareng Sahlani

Pamflet kegiatan Pelajar NU Banjar

ALBANJARI.COM, MARTAPURA – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Ngobrol Inspiratif (Ngopi) Jelang Konferwil Selasa, (6/12/22) malam.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 20:00. WITA bertempat di Puncak Cafe, Martapura dengan mengangkat tema Pererat Silaturahmi Perbesar Dedikasi dan Inovasi Demi Tercapainya Cita-cita organisasi.

Rangkaian acara diisi oleh Ahmad Nashihul Anwar, Wakil 1 Bidang Organisasi PC IPNU Kabupaten Banjar sebagai moderator, dan Muhammad Sahlani, Wakil Ketua 2 Bidang Kaderisasi PW IPNU Kalsel sebagai narasumber.

Dalam pembukaan, Anwar menyampaikan kegiatan ini sebagai refreshing, serta menjadi ajang silaturahmi untuk mengupgrade niat dalam berorganisasi.

“Selain refreshing, kita tidak lepas dari yang namanya silaturahmi, sekaligus mengupgrade niat kita sama-sama dalam berorganisasi, apakah sudah benar atau belum, apa yang kita cari”, ujar Anwar.

Sebagai narasumber kegiatan M Sahlani menjelaskan bahwa ber-IPNU IPPNU di era 4.0 sangat meminimalisir kegiatan yang bernuansa melanggar syariat.

“Zaman milenial, kita yang berorganisasi bisa mengurangi kegiatan yang tidak bermanfaat, dibandingkan dengan mereka yang menghabiskan waktu untuk masa milenialnya,” jelasnya.

Dia menyampaikan, banyaknya yang kita berikan kepada organisasi, lebih banyak lagi yang diberikan oleh organisasi.

“Banyaknya yang kita berikan kepada IPNU, lebih banyak lagi yang akan diberikan oleh IPNU,” kata pria asal Sungai Tabuk tersebut.

Lanjutnya, selain mendiskusikan permasalahan internal, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Kalimantan Selatan itu juga mengatakan kaderisasi adalah jantung dan ruh organisasi.

“Kaderisasi di atas dari segalanya, kalo bisa kita katakan adalah jantung dan ruh dari organisasi”, ungkapnya.

Sahlani juga mengharapkan, sebagai pelajar harus ingat dengan jati dirinya sebagai santri, harus bisa berkarakter layaknya santri yang tidak ceroboh dalam beragama.

“Jati diri di pelajar itu santri, terlepas yang sekolah luar, bilanya sudah tergabung di IPNU IPPNU tetap santri, jadi yang bergabung di IPNU, paling tidak kita bisa mengurangi kecerobohan dalam beragama”, tegasnya.

“Mudah-mudahan nanti di IPNU ada lembaga konseling,” pungkasnya.

Reporter: Anwar Syarif

Editor: Muhammad Abdillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *