
Peserta dari PP. Al-Falah saat mempresentasikan tulisannya
Lomba Menulis Esai Hari Santri Nasional 2025 se Kalimantan Selatan di Kabupaten Banjar
Albanjari.com – Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tradisional yang telah lama berperan penting dalam pendidikan keagamaan, pembinaan umat dan pembangunan bangsa Indonesia. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagi lembaga keagamaan saja, namun, pesantren juga menjadi agen pengembangan karakter, budaya dan etika yang kuat kepada santri.
Kontribusi pesantren terhadap negara sangat luas. Sebagai contoh, pesantren membantu membangun karakter santri untuk hidup mandiri, mampu bersosialisasi sejak dini, memiliki karakter baik, dan menanamkan keimanan yang kuat. Tak hanya itu, pesantren juga berkontribusi dalam bidang politik, ekonomi, sosial, serta pengembangan budaya bangsa.
Pada tahun 1919 KH. Hasyim Asy’ari untuk pertama kalinya menambahkan pembelajaran umum seperti matematika, Bahasa Indonesia, dan ilmu alam di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, atas gagasan KH. Moh. Ilyas salah seorang pengurus besar Nahdhatul Ulama.
Pada awal mulanya gagasan ini tidak diterima oleh sebagian warga, karena dianggap mengikuti pembelajaran yang diajarkan oleh Belanda. Mereka berpendapat hal tersebut bisa mengandung unsur sesat. Namun tahun demi tahun pesantren-pesantren lain ikut mengikuti perkembangan pembelajaran umum ini, sebab mereka mulai berpikir dengan menambahkan pembelajaran umum, pesantren berharap santri tidak hanya menguasai ilmu agama, namun juga mampu memahami ilmu umum agar santri dapat kompeten dan siap menghadapi perkembangan dan tantangan zaman.
Atas perubahan yang dijalankan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1919 tersebut, pesantren dapat melahirkan banyak tokoh-tokoh nasional di Indonesia yang sangat berpengaruh bagi negara, diantaranya KH. Abdurrahman Wahid atau presiden ke empat, Prof. K.H. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden ketujuh dan banyak lagi. Dalam hal ini mereka tidak hanya berfokus terhadap keagamaan saja, namun turut andil dalam pembentukan negara, bahkan berkontribusi penuh dalam pembinaan dan pemerintahan Negara Indonesia.
Dari segi sejarah sendiri pesantren salah satu lembaga yang sangat berkontribusi dalam melawan penjajah. Sejarah mencatat bahwa pesantren dan ulama turut aktif dalam perlawanan terhadap Belanda dan Jepang, seperti Perang Jawa (bersama Pangeran Diponegoro) (1825 1830), Perang Aceh (1873-1904), serta peristiwa 22 Oktober 1945 (yang dipimpin KH. Hasyim Asy’ari) atau yang kita kenal sebagai Hari Santri Nasional.
Dari sejarah di atas menunjukkan bahwa pesantren sejak dahulu tidak hanya berorientasi pada aspek budaya dan keagamaan saja, namun ikut berperan penting dalam perjuangan dan pembangunan negara. Hal ini menunjukan bahwa pesantren termasuk salah satu pilar penting yang dimiliki negara agar menuju negara yang lebih baik.
Dari aspek sosial, pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan berkontribusi atas pelestarian budaya di masyarakat. Pesantren sering menjadi pusat kegiatan sosial, seperti membantu masyarakat yang sedang membutuhkan, membantu penampungan murid dari panti asuhan, membantu mengatasi kemiskinan, dan membantu ketimpangan sosial.
Pesantren juga tetap melestarikan seni-seni lokal seperti menari, bernyanyi, dan membuat drama kolosal, dengan cara mengadakan sebuah perlombaan di dalam pesantren, dengan bertujuan agar santri tidak lupa dengan budaya dan sejarah negara Indonesia. Pesantren menjadi sebuah tempat menanamkan rasa nasionalisme yang kuat dan cinta tanah air, serta memperkuat identitas negara Indonesia yang beragam.
Pesantren juga memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan moral bangsa. Karena, sebagai lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan dan budaya, pesantren tidak hanya fokus dalam ilmu agama dan umum saja. Pesantren juga bertujuan mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual kepada santri agar mereka dapat menyaring dampak (atau mampu bertahan) dalam era globalisasi dan modernisasi yang sedang meluap di dunia.
Materi pendidikan yang dijalankan di pesantren membuat para santri tidak hanya pintar dalam hal Pendidikan yang berbasis pemikiran saja. Namun juga, materi yang diajarkan di pesantren mendidik santri dalam bidang rohani atau membimbing santri untuk berakhlak mulia dan memiliki nilai-nilai etika yang tinggi.
Dengan pembelajaran rohani dan pendidikan adab serta etika yang dijalankan di pesantren, mereka akan mendorong generasi muda untuk bersikap baik, bertanggung jawab, serta jujur. Pembelajaran ini sangat diperlukan oleh negara kita yang sedang berada dalam pembentukan Indonesia maju. Membentuk calon-calon pemimpin dengan karakteristik yang baik, berakhlak mulia, berjiwa kepemimpinan, bertanggung jawab, disiplin, serta jujur.
Selain berpusat dalam Pendidikan, pesantren juga aktif dalam membantu masalah sosial dan ekonomi. Banyak pesantren yang memberikan pembelajaran tentang kewirausahaan dan mengelola usaha ekonomi seperti koperasi, bertani, dan berternak. Pesantren juga membantu orang-orang miskin dengan mengadakan kegiatan sosial seperti program sedekah dan zakat, kegiatan donor darah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan banyak lagi. Bahkan beberapa pesantren di Indonesia tidak memungut biaya untuk para santri, agar santri yang memiliki kekurangan dengan latar belakang kekeluargaan atau keuangan tetap bisa merasakan manisnya ilmu.
Selain itu, dengan pelatihan dan pembelajaran khusus dalam bidang kewirausahaan di pesantren, sering kali santri alumni pesantren mampu membuka lapangan kerja sendiri, bahkan mampu bersaing dengan pasar global. Dengan demikian pesantren secara tidak langsung ikut serta dalam mengurangi populasi pengangguran di negara ini.
Perkembangan pesantren semakin signifikan dengan masuknya pembelajaran komputer. Banyak pesantren yang telah mengadopsi penggunaan komputer, internet, dan media digital untuk memperkaya metode pembelajaran. Mereka memanfaatkan platform pembelajaran online dan video edukasi untuk memberikan materi lebih interaktif dan menarik. Beberapa pesantren menambahkan materi pembelajaran tentang Teknik informasi dan komunikasi (TIK). Bahkan beberapa pesantren juga memiliki laboratorium sendiri untuk keterampilan digital santri. Program pelatihan ini bertujuan untuk membekali generasi muda agar mampu bersaing di pasar global dan berkontribusi dalam perkembangan negara.
Selain itu, pesantren juga aktif dalam penyebaran informasi dan dakwah melalui media sosial dan platform lainnya. Mereka menggunakan akun media sosial, website, dan pesan singkat untuk menyebarkan informasi atau dakwah kepada khalayak banyak. Lebih jauh lagi, beberapa pesantren telah berkontribusi dalam pengembangan teknologi lokal melalui riset dan inovasi. Mereka berkolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, maupun perusahaan teknologi untuk menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, seperti pengembangan alat pertanian, energi terbarukan, dan teknologi ramah lingkungan.
Pada era globalisasi dan tantangan masa depan, pesantren memiliki peran yang sangat vital dalam menjadi sebuah benteng ketahanan agar para santri tidak memiliki karakter radikal dan intoleran. Dengan pembelajaran rohani yang diberikan oleh keseharian para ustadz atau ulama di pesantren, santri akan melihat bagaimana hidup atau keseharian seseorang yang memiliki budi pekerti yang luhur dan akhlak yang mulia. Sehingga menjadikan rutinitas harian para ulama dan ustadz menjadi contoh hidup agar santri bisa mengikuti keteladanan para ustadz dan ulama di pesantren. Dengan demikian menjadikan mereka memiliki budi pekerti yang luhur di saat lulus dari pesantren, agar siap menangani gempuran era kemajuan teknologi dan tahan atas bujukan radikalisme di masa mendatang.
Kesimpulannya, pesantren merupakan salah satu pilar utama bagi negara untuk menuju masa depan maju. Kontribusinya yang luas meliputi bidang pendidikan, keagamaan, sosial, politik, serta ekonomi, membuat pesantren semakin di pandang oleh negara. Pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu agama semata, namun pesantren juga agen pembentukan karakter, pengembangan ekonomi, dan sosial yang mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, pengakuan dan pandangan negara kepada peran pesantren sangat penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, beradab, serta jujur.
Muhammad Farghani Al-Fatha, Peserta lomba menulis esai HSN 2025 se Kalimantan Selatan, dari Pondok Pesantren Al-Falah Putera
Editor: Muhammad Fahrie








