Oplus_131072

Foto bersama di makam wali lima (foto: istimewa)

Albanjari.com, Martapura – PK IPNU IPPNU IAI Darussalam Martapura melaksanakan ziarah makam Ulama Nahdlatul Ulama (NU) Martapura pada hari Selasa (17/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 19 orang pengurus dan anggota aktif organisasi.

Tujuan ziarah tersebut adalah untuk memohon berkah, doa restu, dan inspirasi dari para ulama NU. Selain itu, juga untuk memperkuat semangat keorganisasian, meningkatkan ukhuwah Islamiyah, serta memperingati jasa-jasa mereka sebagai penerang agama di tanah Banjar. Ziarah ini juga menjadi momentum silaturahmi dan tabarruk bagi generasi muda Nahdliyin.

Pelaksana kegiatan adalah Pengurus dan Anggota PK IPNU IPPNU IAI Darussalam Martapura, yang dipimpin langsung oleh Ketua PK IPNU Romi Rahaf dan Ketua PK IPPNU Rahmawati.

Rute ziarah mencakup kunjungan ke enam makam tokoh penting NU Martapura, dipilih karena peran strategis mereka dalam penyebaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di Kalimantan Selatan, wabil khusus di tanah Banjar.

1. Makam Guru Anang Dzajouly
2. Makam Datu Kalampayan
3. Makam KH. Anang Sya’rani Arief
4. Makam KH. Abdul Qodir Hasan
5. Kubah Wali Lima
6. Makam Orang Tua Abah Guru Sekumpul.

Selain itu, sebenarnya masih banyak lagi makam Ulama NU Martapura yang belum diziarahi, namun karena keterbatasan waktu sehingga enam Makam ini diharapkan dapat mewakili Tokoh NU Martapura lainnya untuk semangat juang dalam khidmat dan kontribusi pada Nahdlatul Ulama.

Romi Rahaf, Ketua PK IPNU IAI Darussalam Martapura, berharap, “Ziarah ini dapat menyemai semangat juang kami sebagai kader IPNU untuk terus mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah tantangan zaman, serta mempererat tali persaudaraan antar pengurus dan anggota.”

Sedangkan Rahmawati, Ketua PK IPPNU IAI Darussalam Martapura, ia berharap “Agar kader IPNU IPPNU semakin solid, istiqomah, serta mampu melanjutkan perjuangan ulama melalui organisasi.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan pembacaan tahlil, shalawat, dan doa bersama, diakhiri dengan foto kebersamaan.


Editor: Muhhammad Fahrie